Smart Search
Cari koleksi dengan cepat sesuai kebutuhan Anda.Limbah kulit biji kopi arabika berpotensi sebagai sumber protein yang dapat menghasilkan peptida bioaktif antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri protein, hidrolisat, dan fraksi peptida terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara in vitro. Protein diisolasi pada kondisi basa, dihidrolisis secara enzimatis, kemudian difraksinasi menggunakan memb…
Kulit pisang merupakan limbah organik yang dihasilkan dalam jumlah besar dan belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Di sisi lain, kulit pisang diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti senyawa fenolik dan flavonoid. Oleh karena itu, pemanfaatan kulit pisang melalui pendekatan fermentasi diharapkan dapat meningkatkan nilai g…
Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang semakin menunjukkan resistensi terhadap antibiotik sehingga diperlukan alternatif antibakteri dari bahan alam. Origanum majorana diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak air daun Origanum majorana terhadap Staphylococcus aureus ATC…
Penyakit infeksi masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama dengan kontribusi besar terhadap beban penyakit global, khususnya infeksi bakteri. Escherichia coli merupakan patogen penting penyebab berbagai penyakit infeksi dan menunjukkan kecenderungan peningkatan resistensi terhadap antibiotik, sehingga diperlukan pengembangan alternatif agen antibakteri. Daun rasamala (Altingia excels…
Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi besar rumput laut, salah satunya Gracilaria gracilis, yang berpotensi sebagai sumber peptida bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi protein, menghidrolisisnya menjadi peptida, memfraksinasinya berdasarkan berat molekul, dan menguji aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus dan Esche…
Daun cempedak mengandung flavonoid yang digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi Ekstrak Daun cempedak terhadap karakteristik fisik dan aktivitas antibakteri emulgel ekstrak daun cempedak. Ekstrak daun cempedak diperoleh melalui metode maserasi, kemudian diformulasikan menjadi emulgel dengan variasi konsentrasi 10%, 12%, dan 14%. Eval…
Kulit biji kakao (Theobroma cacao L.) merupakan produk samping industri kakao yang belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun diketahui mengandung protein yang berpotensi menghasilkan peptida bioaktif dengan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi aktivitas antibakteri isolat protein, hidrolisat protein, dan fraksi peptida dari kulit biji kakao terhadap bakte…
Fermentasi merupakan proses bioteknologi yang menghasilkan senyawa lebih sederhana dan bioaktif. Penelitian ini bertujuan membandingkan aktivitas antioksidan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dan aktivitas antibakteri ekstrak rimpang kencur hitam (Kaempferia pulchra Ridl.) tanpa fermentasi serta fermentasi menggunakan Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae. Ekstrak diper…
Fermentasi diketahui dapat meningkatkan aktivitas biologis bahan alam melalui perubahan senyawa bioaktif, termasuk fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi terhadap kadar fenolik total dan aktivitas antibakteri ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Simplisia difermentasi menggunakan kombinasi Lactobacillu…
Buah pare mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, dan saponin sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak buah pare (Momordica charantia L) terhadap sifat fisik dan aktivitas antibakteri pada nanoemulsi yang menggunakan gliserin sebagai kosurfaktan. Penggunaan variasi konsentrasi ekstrak bu…