Analisis Interaksi Sosial Remaja Panti Asuhan Muslimin Jakarta 2017/2018
ika rustiana; dra. fintiwilis, m.pd; nuraini, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Dzakiyah Putri. Analisis Interaksi Sosial Remaja Panti Asuhan Muslimin Jakarta
2017/2018. Skripsi. Jakarta: Bimbingan Konseling. Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA. November 2018.
Pembimbing: (1) Dra. Fitniwilis, M.Pd, (II) Nuraini, M.Pd.,
Permasalahan interaksi sosial remaja yang menetap di Panti Asuhan,
sebagian remaja mampu berinteraksi secara baik dengan teman sebaya, pengasuh,
dan pengurus, namun beberapa remaja masih mengalami kesulitan dalam
berinteraksi dengan teman sebaya, pengasuh, serta pengurus. Hal ini dapat diihat
melalui sikap mereka, seperti adanya perselisihan antar teman sebaya, ada yang
cenderung menarik diri dari teman-temannya, serta adanya beberapa pelanggaran
peraturan panti yang dilanggar oleh remaja. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kondisi interaksi sosial remaja Panti Asuhan Muslimin, Jakarta.
Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan menggunakan metode
analisis deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah remaja Panti Asuhan
Muslimin usia 12-21 tahun. Penentuan sampel dengan teknik purposive sampling,
berdasarkan teknik tersebut diperoleh total keseluruhan 31 remaja dari
keseluruhan jumlah populasi. Penelitian ini menggunakan instrumen
pengumpulan data dengan menggunakan angket sebagai data primer, dan
wawancara serta observasi sebagai data sekunder. Adapun angket yang digunakan
bersifat tertutup, wawancara tidak terstruktur, serta observasi non-partisipan,
sedangkan untuk pengelolaan data penelitian ini menggunakan teknik analisis data
deskriptif. Hasil uji instrumen di validasi dengan menggunakan rumus korelasi
pearson product moment. Koefisien reliabilitas dihitung dengan rumus metode
Alpha Cronbach.
Hasil penelitian yang didapat melalui angket dengan menggunakan teknik
analisis data deskriptif menunjukan hasil bahwa sebanyak 6 remaja atau sebesar
19,35 % berada pada kondisi interaksi sosial yang Sangat baik, sebanyak 4 remaja
atau sebesar 12,90 % berada pada kondisi interaksi sosial yang Baik, sebanyak 10
remaja atau sebesar 32,25 % berada pada kondisi interaksi sosial yang Cukup
Baik, sebanyak 8 remaja atau sebesar 25,80 % berada pada kondisi interaksi sosial
yang Kurang baik, dan sebanyak 3 remaja atau sebesar 9,70 % berada pada
kondisi interaksi sosial yang Tidak baik, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi
Interaksi Sosial Remaja berada pada kategori Baik. Hasil Wawancara serta
observasi juga menunjukkan bahwa pola interaksi yang terjadi antara remaja Panti
dengan teman sebaya, pengasuh serta pengurus adalah baik, mereka juga dapat
mengatasi permasalahan dengan baik, maka dapat disimpulkan bahwa kondisi
Interaksi Sosial Remaja berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat di
interpretasikan bahwa Interaksi Sosial Remaja Panti Asuhan Muslimin, Jakarta
berada pada kondisi Baik.
Kata Kunci : Interaksi sosial, remaja, panti asuhan.