Perbedaan Metode Pembelajaran Simulasi dan Learning Together Pada Hasil Belajar IPS Kelas V di SDN Cengkareng Timur 19 Petang Jakarta Barat
drs. ahmad h. abubakar, m.m. ; dicky chandra, s.e., m.m; dr. desvian bandarsyah, m. pd; trisni handayani m.pd;
Klasifikasi: NONE
HILDA ASTRIYANI. NIM : 1401045134. Perbedaan Metode Pembelajaran Simulasi dan Learning Together pada Hasil Belajar IPS Kelas V di SDN Cengkareng Timur 19 Petang Jakarta Barat. Skripsi. Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2018.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan hasil belajar siswa antara penggunaan metode pembelajaran Learning Together dan metode pembelajaran Simulasi pada mata pelajaran IPS di kelas V di SDN Cengkareng Timur 19 Petang Jakarta Barat.
Metode dalam penelitian ini menggunakan eksperimen kuantitatif komparatif. Variabel bebas: Metode Learning Together dan Simulasi. Variabel terikat: Hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Penelitian ini dilaksanakan di SDN Cengkareng Timur 19 Petang Jakarta Barat pada semester 2 tahun ajaran 2017/2018. Populasi penelitian ini berjumlah 50 orang siswa. Teknik sampling yang digunakan yaitu Sampling Total yang terdiri dari, kelas eksperimen 1 berjumlah 27 siswa dan kelas eksperimen 2 berjumlah 23 siswa. Uji validitas dengan Korelasi Point Biseral didapat 27 soal yang valid dan 13 soal tidak valid (drop). Uji reliabilitas dengan KR-20 didapat rhitung = 0,88 > 0,361 = r(0,05,30) maka instrumen reliabel.
Uji normalitas menggunakan uji Chi Kuadrat. Untuk kelas eksperimen 1 didapat X2hitung = 5,1488 < 12,59158 = X2(0,05, 6), sedangkan kelas eksperimen 2 X2hitung = 10,9422 < 12,59158 = X2(0,05, 6), maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berdistribusi normal. Uji homogenitas menggunakan uji Fisher, diperoleh Fhitung = 1,018 < 2,03 = F(0,05, (26),(22)), dapat disimpulkan sampel kedua data tersebuit berasal dari populasi yang homogen. Perolehan nilai kelas eksperimen 1 untuk rata-rata sebesar 78,96 dan perolehan nilai kelas eksperimen 2 untuk rata-rata sebesar 75,30. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t, didapat thitung = 2,033> 2,00856 = t(0,05,(26),(22)), dengan taraf signifikansi α = 0,05.
Dari hasil data di atas berarti tolak H0 maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini terdapat perbedaan hasil belajar siswa antara penggunaan metode pembelajaran Learning Together dan Simulasi pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa kelas V SDN Cengkareng Timur 19 Petang Jakarta Barat.