PERBEDAAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA DENGAN METODE GROUP TO GROUP EXCHANGE (GGE) DAN METODE LABORATORIUM DI SMP NEGERI 4 TAMBUN
lubna nabila sekar kedaton; wahidin, m.pd; ayu tsurayya, s.pd..m.si;
Klasifikasi: NONE
ABSTRAK
FELLY NOVIA ANJANI. NIM : 1001125065. Perbedaan Kemampuan Pemahaman
Konsep Matematika Siswa Dengan Menggunakan Metode Group To Group Exchange
(GGE) dan Metode Laboratorium di SMP Negeri 4 Tambun. Skripsi : Program Studi
Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas
Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Juli 2014.
Kemampuan pemahaman konsep matematika siswa saat ini masih rendah, sehingga
dibutuhkan suatu metode untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep. Oleh
karena itu, penulis tertarik menggunakan metode GGE dan metode laboratorium.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan kemampuan
pemahaman konsep matematika siswa dengan metode group to group exchange dan
metode laboratorium. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : “Terdapat
perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dengan metode group to
group exchange dan metode laboratorium”. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4
Tambun kelas VIII (delapan) pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014. Sampel
yang diteliti sebanyak 62 siswa yang terdiri dari 30 siswa kelas group to group
exchange dan 32 siswa kelas laboratorium. Penelitian ini menggunakan metode
eksperimen. Variabel bebas : metode group to group exchange dan metode
laboratorium. Variabel terikat : kemampuan pemahaman konsep matematika. Uji
instrumen dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dengan Product-Moment
didapat 10 soal yang valid dan 0 soal yang tidak valid. Uji reliabilitas dengan rumus
Alpha didapat rhitung = 0,764 > 0,308 = r(0,05,41), maka instrumen reliabel. Uji normalitas
menggunakan uji Lilliefors. Untuk kelas group to group exchange didapat
Lhitung = 0,089 < 0,161 = L(0,05,30), sedangkan kelas laboratorium didapat
Lhitung = 0,073 < 0,1566 = L(0,05,32), maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel
berdistribusi normal. Uji homogenitas menggunakan uji Fisher, diperoleh
Fhitung = 1,182 < 1,845 = F0,05(31,29), dapat disimpulkan sampel kedua data tersebut
berasal dari populasi yang homogen. Rata-rata skor kelas group to group exchange
didapat sebesar 22,5 dan rata-rata skor untuk kelas laboratorium sebesar 17,219.
Pengujian hipotesis menggunakan uji-t, didapat thitung = 3,155 > 2,00 = t0,975(60), dengan
taraf signifikansi á = 0,05. Hal ini berarti tolak H0, maka hasil penelitian ini
menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemahaman konsep matematika
siswa dengan metode group to group exchange dan metode laboratorium.
Kata kunci :Kemampuan Pemahaman Konsep, GGE, Laboratorium