HUBUNGAN KETERSEDIAAN FASILITAS BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI 6 TANGERANG
indra prayitno; wahidin, m.pd;
Klasifikasi: NONE
ABSTRAK
INDRA PRAYITNO. NIM : 0701125056. Hubungan Ketersediaan Fasilitas
Belajar dengan Hasil Belajar Matematika Siswa di SMA Negeri 6 Tangerang.
Skripsi : Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, Juli 2012.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya hubungan antara
ketersediaan fasilitas belajar dengan hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini
dilaksanakan di SMA Negeri 6 Tangerang, kelas XI ips semester genap tahun
pelajaran 2011/2012. Sampel diambil secara acak sederhana (simple random
Sampling). Dengan mengambil 35 siswa dari 210 siswa yang berasal dari seluruh
siswa kelas X. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan teknik
kolerasi. Variabel bebas (X) adalah ketersediaan fasilitas belajar dan variabel
terikat (Y) adalah hasil belajar matematika siswa. Uji validitas instrumen
menggunakan rumus kolerasi product moment, didapat 32 soal yang valid dan 8
soal yang tidak valid. Sedangkan uji reliabilitas instrumen dengan rumus alpha
diperoleh rhitung = 0,883 > 0,334 = r(0,05,35), maka dapat disimpulkan bahwa
instrumen reliabel. Uji validitas tes hasil belajar matematika menggunakan rumus
point biserial, didapat 30 soal valid dan 10 soal tidak valid. Uji reliabilitas tes
hasil belajar matematika dengan rumus K-R 20 diperoleh
rhitung = 0,870 > 0,334 = r(0,05,35), maka dapat disimpulkan bahwa tes hasil belajar
matematika reliabel. Data dianalisis menggunakan uji persyaratan yaitu normalitas
dan uji lilliefors, uji linieritas dan uji keberartian regresi menggunakan analisis
varians (ANAVA). Pengujian normalitas untuk variabel X didapat
Lhitung = 0,122 < 0,150 = L(0,05,35), dan untuk variabel Y didapat
Lhitung = 0,117 < 0,150 = L(0,05,35), maka dapat disimpulkan sampel berdistribusi
normal. Perhitungan regresi linear diperoleh =6,099+0,142 . Hasil
perhitungan uji linieritas diperoleh Fhitung = 1,244 < 2,317 = F(0,95)(17,16), sehingga
model regresi adalah linier artinya terdapat hubungan yang linier dari kedua
variabel. Uji keberartian regresi diperoleh Fhitung = 7,933 > 4,140 = F(0,95)(1,33),
berarti model regresi signifikan. Koefisien kolerasi variabel X dan Y yang
dihitung dengan analisis kolerasi product moment diperoleh =0,442.
Selanjutnya menghitung keberartian kolerasi dengan menggunakan uji t-student
dari =0,442didapat thitung = 2,675 > 2,034 = (0,975)(33) dengan taraf
signifikansi = 0,05. Hal ini berarti H0 ditolak, maka terdapat hubungan antara
ketersediaan fasilitas belajar dengan hasil belajar matematika siswa. Koefisien
determinasi r2 = 0,195 hal ini berarti ketersediaan fasilitas belajar memberikan
kontribusi 19,5% terhadap hasil belajar matematika siswa.
Kata kunci: Ketersediaan fasilitas belajar, hasil belajar matematika