Perbedaan Hasil Belajar Matematika Siswa Ditinjau dari Aspek Gaya Belajar di SMA Islam Al-Azhar 3 Jakarta
nabilah rohadatul aisy; wahidin, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan hasil belajar matematika siswa ditinjau dari aspek gaya belajar. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: “Terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa di tinjau dar aspek gaya belajar”. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Islam Al- Azhar 3 Jakarta kelas X−IPA pada semester genap tahun pelajaran 2011/2012. Sampel diambil secara acak sederhana dengan mengambil sebanyak 30 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kausal komparative. Instrumen penelitian menggunakan angket gaya belajar berjumlah 27 item dengan 5 alternatif jawaban, dan tes hasil belajar matematika berjumlah 26 item dalam bentuk pilihan ganda dengan 5 alternatif jawaban. Data dianalisis menggunakan uji persyaratan data yaitu uji normalitas menggunakan uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Fisher. Hasil uji normalitas untuk siswa yang mempunyai gaya belajar visual didapatkan Lhitung = 0,134 < 0,258 = L(0,05;10) , untuk siswa yang mempunyai gaya belajar auditori didapat (0,05;9) L 0,135 0,271 L hitung L(0,059), dan untuk siswa yang mempunyai gaya belajar kinestetik didapat Lhitung = 0,227 < 0,249 = L(0,05; 11), maka dapat disimpulkan bahwa data gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik berdistribusi normal. Selanjutnya dilakukan uji homogenitas, untuk gaya belajar visual-auditori uji homogenitas didapatkan (0,975:(9,10)) (0,025;(9,10)) F 0,314 F 1,459 3,180 F hitung untuk gaya belajar visual-kinestetik uji homogenitas didapatkan (0,975:(9,10)) (0,025;(9,10)) F 0,319 F 1,580 3,130 F hitung , dan untuk gaya belajar auditori-kinestetik uji homogenitas didapatkan (0,975:(8,10)) (0,025;(8,10)) F 0,302 F 1,083 3,310 F hitung, maka disimpulkan bahwa varians data gaya belajar sama, berarti data gaya belajar merupakan data yang homogen. Pengujian hipotesis dilakukan uji-t dua pihak. Hasil perhitungan hipotesis untuk visual-auditori didapatkan nilai thitung = -0,356 dan ttabel = 2,110; untuk visual-kinestetik didapatkan nilai thitung = 0,073 dan 2,090 tabel t untuk auditori-kinestetik didapatkan nilai thitung = 1,391 dan ttabel = 2,100 dengan criteria daerah penerimaan H0 yaitu thitung > ttabel menyebabkan H0 diterima yang berarti tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa ditinjau dari aspek gaya