Penerapan cooperative learning teknik paired storytelling dalam meningkatkan hasil belajar bahasa indonesia siswa kelas IV SDN kertasari 05 Pebayuran Bekasi
eko agung meindarto; drs. walija; dra. rahmiati, m.psi;
Klasifikasi: NONE
Penerapan Cooperative Learning teknik Paired Storytelling yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Kertasari 05 Pebayuran, Bekasi yang terletak di Kp. Suka Asih, Desa Kertasari, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Dilakukan di kelas IV yang berjumlah 24 siswa, terdiri dari 15 siswa perempuan dan 9 siswa laki-laki, dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam tiga siklus, setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan dan setiap pertemuan melalui tahap perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Cooperative Learning teknik Paired Storytelling telah diterapkan sejak siklus pertama oleh peneliti yang sekaligus bertindak sebagai guru. Akan tetapi, sebelumnya peneliti telah mensosialisasikan terlebih dahulu. Hasil penelitian pada siklus pertama diperoleh rata-rata hasil tugas siswa yaitu 71,46 tetapi masih ada siswa yang masih terlihat bingung dalam mengerjakan tugas yang diberikan peneliti, secara klasikal skor akhir hasil observasi siswa 118 (61,5%) dan skor akhir dari observasi guru adalah 36 (60%), serta berdasarkan hasil pos tes diperoleh rata-rata 62(61,9%), dan masih banyak siswa yang mendapatkan hasil dibawah KKM, pada siklus pertama terdapat 14 siswa (58,3%) yang sudah mencapai KKM dan 10 siswa (41,7%) yang belum mencapai KKM. Pada siklus kedua siswa mulai mengerti dan mengikuti tata cara pembelajaran dengan menggunakan Cooperative Learning teknik Paired Storytelling, rata-rata hasil tugas siswa pada siklus kedua ini adalah 76,14 dan secara klasikal skor akhir hasil observasi siswa 141 (73,4%), hasil observasi guru yang skor akhirnya 45 (75%) serta berdasarkan hasil pos tes rata-ratanya 75(75,4%), terdapat 19 siswa (79,2%) yang mencapai KKM dan 5 siswa (20,8%) yang belum mencapai KKM. Pada siklus ketiga ini dapat dikatakan sudah berhasil,karena keberanian dan antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran sudah terlihat dari rata-rata nilai tugas siswa 80,00 dan skor akhir hasil observasi siswa 165 (86%), hasil observasi guru skornya 50 (83,3%) serta berdasarkan hasil pos tes rata-ratanya 86(86,3%) dan menunjukan 23 siswa (95,8%) yang sudah mencapai KKM, hanya 1 siswa (4,2%) yang belum mencapai KKM yang ditentukan yaitu 65, dan keaktifan siswa juga terlihat jelas dari hasil dokumentasi berupa foto. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama tiga siklus ini, dapat disimpulkan bahwa dengan diterapkannya Cooperative Learning teknik Paired Storytelling ternyata dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN Kertasari 05 Pebayuran, Bekasi.
vi