Pengaruh Good Corporate Governance, Leverage, dan Firm Size terhadap Kinerja Keuangan pada Perusahaan Sektor Properties & Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021
alvy rahmalillah; bambang tutuko, s.e., ak., m.si ; herwin kurniawan, s.e., m.m.;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh good corporate governance, leverage, dan firm size terhadap kinerja keuangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif di mana sampel perusahaan yang digunakan sebanyak 10 perusahaan sektor properties & real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017-2021 dengan sampel yang diperoleh melalui metode purposive sampling. Pengolahan data dilakukan dengan metode analisis akuntansi dan analisis statistik menggunakan software SPSS versi 25 dengan beberapa uji, yaitu analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi), dan uji hipotesis (uji t, uji F, dan analisis koefisien determinasi).
Hasil penelitian ini secara parsial menunjukkan bahwa proporsi komisaris independen berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi 0,021 < 0,025 dengan nilai thitung (2,410) > ttabel (2,01808). Kepemilikan institusional berpengaruh tidak signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi 0,031 > 0,025 dengan nilai thitung (2,236) > ttabel (2,01808). Kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0.025 dengan nilai thitung (3,272) > ttabel (2,01808). Komite audit tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi 0,076 > 0,025 dengan nilai thitung (-1,824) < ttabel (2,01808). Ukuran dewan komisaris berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi 0,016 < 0,025 dengan nilai thitung (2,502) > ttabel (2,01808). Leverage berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,025 dengan nilai thitung (2,260) > ttabel (2,01808). Firm size tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan dengan tingkat signifikansi 0,081 > 0,025 dengan nilai thitung (-1,792) < ttabel (2,01808).
Hasil penelitian ini secara simultan menunjukan nilai Fhitung (5,280) > Ftabel (1,350), serta nilai Adjusted R Square sebesar 0,714 atau 71,4% yang berarti kenaikan dan penurunan proporsi komisaris independen, kepemilikan institusional, kepemilikan manajerial, komite audit, ukuran dewan komisaris, leverage, dan firm size akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Sehingga dapat disimpulkan seluruh variabel independen secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja keuangan. Sedangkan, sisanya sebesar 28,6% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak masuk kedalam penelitian ini seperti insider shareholding, CEO duality, average remuneration, tobin�s Q, return on equity, macroeconomic public debt, gender diversity on board, corporate social responsibility.
Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel lain yang telah disebutkan, menambah tahun pengamatan dan menggunakan sampel perusahaan yang berbeda, agar dapat memperoleh hasil yang lebih baik.