Pengaruh Word Of Mouth Dan Viral Marketing Terhadap Minat Beli Melalui Online Shopee (Studi Kasus Pada Karyawan Di Badan Pengelola Keuangan Haji
ghibran azmi zabir; dr. budi permana yusuf, m.m. ; emaridial ulza, s.e., ma;
Klasifikasi: NONE
Dalam penelitian ini digunakan metode survei, dengan variabel yang diteliti
yaitu Word Of Mouth dan Viral Marketing sebagai variabel independen dan Minat
Beli sebagai variabel dependen. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Di
Badan Pengelola Keuangan Haji Jakarta sebanyak 176 Karyawan. Dan sampel pada
penelitian ini berjumlah 123 karyawan, dengan tekinik sampling jenuh. Teknik
pengumpulan data mengunakan kueisioner. Dan teknik pengolahan dan teknik
analisis data meliputi Uji Kualitas Data (Uji Validitas dan Uji Reliabilitas), Analisis
Regresi Linier Berganda (Model Regresi Linier Berganda, Uji Asumsi Klasik,),
Analisis Koefisien Korelasi, Analisis Koefisien Determinasi, dan Uji Hipotesis (Uji
t, Uji F).
Model regresi liner berganda yang diperoleh yaitu Ŷ = 3,593 + 0,612X1+
0,231X2. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual berdistribusi normal,
tidak terjadi multikolonieritas, tidak terjadi heteroskedastisitas, dan tidak terjadi
autokorelasi sehingga model regresi dengan metode kuadrat terkecil (Ordinary
Least Square) merupakan BLUE (Best Linier Unbiased Estimator).
Hasil analisis koefisien korelasi berganda menunjukkan bahwa Word of Mouth
dan Viral Marketing terhadap Minat Beli sebesar 0.682, dengan signifikansi sebesar
0.000 < 0.05, berarti terdapat hubungan kuat dan signifikan. Hasil analisis koefisien
korelasi parsial antara Word of Mouth dan Minat Beli sebesar 0,666, dengan
signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, berarti terdapat hubungan positif, kuat, dan
signifikan. Hasil analisis koefisien korelasi parsial antara Viral Marketing dan
Minat Beli sebesar 0.556, dengan signifikansi sebesar 0.000 < 0.05, berarti terdapat
hubungan positif, kuat, dan signifikan.
Hasil analisis koefisien determinasi menunjukkan Adjusted adalah
0.457, sehingga 45,7% variasi Minat Beli dapat dijelaskan oleh kedua variabel
independen yaitu Word of Mouth dan Viral Marketing, sedangkan sisanya (100% -
45,7% = 54,3%) dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain di luar model.
Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa nilai thitung Word of Mouth sebesar
5,940 ttabel 1.97993 dan nilai signifikansi Word of Mouth 0.000 0.05, sehingga
Word of Mouth secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli. Nilai
thitung Viral Marketing sebesar 2,246 ttabel 1,97993 dan nilai signifikansi Viral
Marketing 0.027 0.05, sehingga Viral Marketing berpengaruh signifikan terhadap
Minat Beli. Hasil uji statistik F menunjukkan bahwa nilai F hitung 52,307 F tabel.
3.07 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 0,05, sehingga Word of Mouth
dan Viral Marketing secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh baik Word of Mouth maupun
Viral Marketing berpengaruh signifikan terhadap Minat Beli Karyawan melalui
online shopee di Badan Pengelola Keuangan Haji, sehingga perlu lebih ditingkatkan
penerapan metode pemasaran tersebut agar lebih banyak lagi minat konsumen
terhadap online shopee