Pengaruh Komunikasi Dan Pelatihan Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Nettocyber Indonesia
indah apriliani; drs. ahmad h. abubakar, m.m. ; dicky chandra, s.e., m.m;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah komunikasi dan pelatihan
memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan PT Nettocyber Indonesia. Dalam
penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengumpulan secara langsung
dari sumber asli, berupa penyebaran kuisioner yang diambil dari suatu sampel.
Sampel dalam penelitian ini adalah karyawan PT Nettocyber Indonesia sebanyak
110 responden. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah uji
validitas, uji reabilitas, analisis deskriptif, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji
heteroskedastisitas, uji autokorelasi, analisis linear berganda, uji simultan, uji
koefisien, dan koefisien korelasi determinasi. Berdasarkan dari hasil pengolahan
data uji F untuk melihat pengaruh variable komunikasi dan pelatihan terhadap
kinerja signifikan atau tidak, dapat dilihat dari angka probabilitas (sig). Dapat
diketahui bahwa tingkat signfikan sebesar 0,000<0,05 dengan nilai Fhitung>Ftabel
(101,637>3,08), sehingga dapat diinterprestasikan bahwa komunikasi dan pelatihan
secara simultan berpengaruh signifikansi terhadap kinerja karyawan. Dengan
demikian H3 diterima. Dan berdasarkan hasil dari pengolahan data uji t untuk
melihat pengaruh variabel komunikasi dan pelatihan terhadap kinerja signifikan
atau tidak, dapat dilihat dari angka probabilitas (sig). Nilai probabilitas 0,000<0,05
dengan nilai variabel komunikasi hasil thitung = 5,020 dan variabel pelatihan thitung =
4,431. Angka 1,982 diperoleh dari ttabel dengan α = 0,05 dan derajat kebebasan (df)
n-k-1= 107. Jika pada variabel komunikasi thitung> ttabel yaitu 5,020>1,982 dan
variabel pelatihan 4,431>1,982, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima atau
komunikasi dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada
PT Nettocyber Indonesia. Berdasarkan hasil dari pengolahan koefisien korelasi dan
determinasi, sifat hubungan antara komunikasi, pelatihan dan kinerja karyawan
sangat kuat. Karena, koefisien korelasi sebesar 0,809 dan nilai koefisien determinasi
R2 = 0,655% atau 65,5%. Artinya 65,5% variasi atau perubahan pada variabel
kinerja kayawan merupakan konstribusi pengaruh variabel komunikasi dan
pelatihan, sementara 34,5 sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak
dimasukan dalam model penelitian