Pengaruh Tax Amnesty, Pertumbuhan Ekonomi, dan Transformasi Kelembagaan Direktorat Jenderal Pajak Terhadap Penerimaan Pajak (Studi Kasus di Kpp Pratama Kebayoran Lama, Jakarta Selatan)
arief amrulloh sutino hambali;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tax amnesty, pertumbuhan
ekonomi, dan transformasi kelembagaan direktorat jenderal pajak terhadap
penerimaan pajak baik secara parsial ataupun secara simultan pada kantor
pelayanan pajak pratama kebayoran lama.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah �tax amnesty,
pertumbuhan ekonomi dan transformasi kelembagaan direktorat jenderal pajak)�
sebagai variabel dependen serta �penerimaan pajak� sebagai variabel independen.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan purpose sampling, yaitu
anggota sampel yang dipilih atau diambil berdasarkan kemudahan memperoleh
data yang dibutuhkan, atau unit sampel yang ditarik mudah untuk diukurnya dan
bersifat kooperatif , maka sampel yang digunakan adalah wajib pajak orang
pribadi yang termaksud karyawan ataupun badan usaha yang terdaftar di kpp
pratama kebayoran lama. Sedangkan data yang digunakan berupa data primer
yang didapatkan melalui penyebaran kuesioner pada wajib pajak yang terdaftar di
KPP Pratama Kebayoran Lama yang berjumlah 100 responden. Teknis analisis
data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linear Berganda dengan
menggunakan SPSS 20.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tax amnesty (X1) secara parsial
berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerimaan pajak (Y), hal tersebut
dibuktikan dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 , sedangkan nilai
vii
thitung sebesar 4,110 yang dimana lebih besar dari nilai ttabel (0,05/2;97) sebesar 1,985
(thitung sebesar 4,110 > ttabel 1,985), pertumbuhan ekonomi (X2) terhadap
penerimaan pajak, hal tersebut dibuktikan dengan tingkat signifikansi sebesar
0,003 < 0,05, sedangkan nilai thitung sebesar 3,002 > ttabel (0,05/3;96) = 1,985 (thitung
sebesar 3,002 > ttabel 1,985), Sedangkan transformasi kelembagaan direktorat
jenderal pajak terhadap penerimaan pajak berpengaruh secara parsial. Hal ini
dibuktikan dengan tingkat signifikasinya sebesar 0,005 < 0,05, dengan nilai nilai
thitung sebesar 2,332 > ttabel (0,05/3;96) = 1,985 (thitung sebesar 2,332 > ttabel 1,985).
Adapun secara simultan, menunjukkan tax amnesty, pertumbuhan ekonomi,
dan transformasi kelembagan direktorat jenderal pajak terhadap penerimaan pajak
berpengaruh secara simultan. Hal ini dibuktikan dengan tingkat signifikasinya
0,003 < 0,05 Karena tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05, dengan nilai Fhitung
sebesar 9,685 > Ftabel sebesar 2,70 (Fhitung 9,685 > Ftabel 2,70).
Dari hasil penelitian ini penulis memberikan beberapa saran bagi penelitian
selanjutnya yaitu untuk menambah jumlah sampel penelitian atau menambahkan
pertanyaan yang diajukan agar dapat mewakili variabel transformasi kelembagaan direktorat jendral pajak.