"Pengaruh Biaya Bahan Baku, Baiaya Tenaga Kerja Langsung dan Biaya Overhead Pabrik Terhadap Harga Pokok Produksi Pada Perusahan Manufaktur Sub Sektor Makan dan Minuman Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia ( BEI )"
laras dewi rahmawati; fitrisia, se., ak., m.si., ca.; sumardi, s.e., m.si;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik terhadap harga pokok produksi
perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI).
Dalam penelitian ini digunakan metode eksplanasi. Variabel yang diteliti
adalah variabel bebas yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan
biaya overhead pabrik sedangkan variabel terikat adalah harga pokok produksi.
Populasi penelitian adalah Bursa Efek Indonesia adapun teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel yang terpilih
sebanyak enam perusahaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan telaah dokumen, yaitu pengumpulan data dilakukan dengan
menelaah laporan keuangan perusahaan tahunan. Teknik pengolahan dan analisis
data yang digunakan adalah analisis akuntansi, analisis statistik deskriptif, analisis
regresi linier berganda, uji asumsi klasik, analisis koefesien determinan R2 dan uji
hipotesis dengan menggunakan SPSS versi 22.
Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan regresi linear berganda
Ŷ= 303021,84 + 0,892 X1 + -0,092 X2 + 2,150 X3 yang telah diuji kelayakan
asumsi normalitas berdistribusi tidak normal serta tidak terjadi heteroskedastisitas,
tidak terjadi multikolinearitas dan tidak terjadi autokorelasi maka model tidak
BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,995 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik terhadap harga pokok produksi
perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI).
Dalam penelitian ini digunakan metode eksplanasi. Variabel yang diteliti
adalah variabel bebas yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan
biaya overhead pabrik sedangkan variabel terikat adalah harga pokok produksi.
Populasi penelitian adalah Bursa Efek Indonesia adapun teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel yang terpilih
sebanyak enam perusahaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan telaah dokumen, yaitu pengumpulan data dilakukan dengan
menelaah laporan keuangan perusahaan tahunan. Teknik pengolahan dan analisis
data yang digunakan adalah analisis akuntansi, analisis statistik deskriptif, analisis
regresi linier berganda, uji asumsi klasik, analisis koefesien determinan R2 dan uji
hipotesis dengan menggunakan SPSS versi 22.
Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan regresi linear berganda
Ŷ= 303021,84 + 0,892 X1 + -0,092 X2 + 2,150 X3 yang telah diuji kelayakan
asumsi normalitas berdistribusi tidak normal serta tidak terjadi heteroskedastisitas,
tidak terjadi multikolinearitas dan tidak terjadi autokorelasi maka model tidak
BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,995Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik terhadap harga pokok produksi
perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI).
Dalam penelitian ini digunakan metode eksplanasi. Variabel yang diteliti
adalah variabel bebas yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan
biaya overhead pabrik sedangkan variabel terikat adalah harga pokok produksi.
Populasi penelitian adalah Bursa Efek Indonesia adapun teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel yang terpilih
sebanyak enam perusahaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan telaah dokumen, yaitu pengumpulan data dilakukan dengan
menelaah laporan keuangan perusahaan tahunan. Teknik pengolahan dan analisis
data yang digunakan adalah analisis akuntansi, analisis statistik deskriptif, analisis
regresi linier berganda, uji asumsi klasik, analisis koefesien determinan R2 dan uji
hipotesis dengan menggunakan SPSS versi 22.
Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan regresi linear berganda
Ŷ= 303021,84 + 0,892 X1 + -0,092 X2 + 2,150 X3 yang telah diuji kelayakan
asumsi normalitas berdistribusi tidak normal serta tidak terjadi heteroskedastisitas,
tidak terjadi multikolinearitas dan tidak terjadi autokorelasi maka model tidak
BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,995 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik terhadap harga pokok produksi
perusahaan manufaktur sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI).
Dalam penelitian ini digunakan metode eksplanasi. Variabel yang diteliti
adalah variabel bebas yaitu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan
biaya overhead pabrik sedangkan variabel terikat adalah harga pokok produksi.
Populasi penelitian adalah Bursa Efek Indonesia adapun teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan sampel yang terpilih
sebanyak enam perusahaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini
menggunakan telaah dokumen, yaitu pengumpulan data dilakukan dengan
menelaah laporan keuangan perusahaan tahunan. Teknik pengolahan dan analisis
data yang digunakan adalah analisis akuntansi, analisis statistik deskriptif, analisis
regresi linier berganda, uji asumsi klasik, analisis koefesien determinan R2 dan uji
hipotesis dengan menggunakan SPSS versi 22.
Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh persamaan regresi linear berganda
Ŷ= 303021,84 + 0,892 X1 + -0,092 X2 + 2,150 X3 yang telah diuji kelayakan
asumsi normalitas berdistribusi tidak normal serta tidak terjadi heteroskedastisitas,
tidak terjadi multikolinearitas dan tidak terjadi autokorelasi maka model tidak
BLUE (Best Linear Unbiased Estimator). Nilai Adjusted R Square sebesar 0,995 artinya 99,5% variabel harga pokok produksi dapat dijelaskan oleh variabel biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik sedangkan
sisanya 0,5% secara teoritis dapat disebabkan oleh variabel lain yang tidak
dimasukkan dalam variabel ini.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa biaya bahan baku perusahaan
berpengaruh signifikan terhadap harga pokok produksi dengan nilai signifikan
sebesar (0,000 < 0.050). Biaya tenaga kerja langsung berpengaruh signifikan
terhadap harga pokok produksi sebesar (0.819 > 0.050). Biaya overhead pabrik
berpengaruh signifikan terhadap harga pokok produksi sebesar (0,000 < 0,050).
Namun, tingkat signifikansi secara simultan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja
langsung, dan biaya overhead pabrik berpengaruh positif dan signifikan terhadap
harga pokok produksi (0,000 < 0.050). Berdasarkan penjelasan di atas penulis
memberikan saran-saran bagi perusahaan dalam uji parsial, biaya tenaga kerja
langsung berpengaruh negatif terhadap harga pokok produksi. Hal tersebut terjadi
karena peningkatan biaya tenaga kerja langsung pada enam perusahaan rendah.
Rendahnya tingkat biaya tenaga kerja langsung disebabkan oleh banyaknya
jumlah tenaga kerja, yang dikarenakan lebih banyak mempergunakan mesin
dalam proses produksinya. Agar perhitungan biaya-biaya yang dikeluarkan pada
setiap proses produksi sebaiknya selalu dilakukan berkala melalui laporan Harga
Pokok Produksi tersebut perusahaan dapat mengetahui seberapa besar pengaruh
masing-masing biaya produksi yang dikeluarkan dalam periode tertentu