Analisis Pengaruh Perencanaan Audit dan Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Akuntan Publik di Wilayah Depok dan Jakarta Timur
muhammad husni fazri; bambang tutoko s.e., ak., m.si, c.a.; herwin kurniawan, s.e., mm.;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perencanaan audit, penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja akuntan publik di wilayah Depok dan Jakarta Timur.
Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dilihat bahwa variabel perencanaan audit (X1) dengan jumlah responden (N) sebanyak 59 responden memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 35,3559 sedangkan standar deviasinya sebesar 5,66831. Untuk variabel penggunaan teknologi informasi (X2) dengan jumlah responden (N) sebanyak 59 responden memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 31,7966 sedangkan standar deviasinya sebesar 4,36988. Sedangkan, untuk variabel kinerja akuntan pulik (Y) dengan jumlah responden (N) sebanyak 59 memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 34,8136 sedangkan standar deviasinya sebesar 6,24355.
Hasil analisis regresi linier berganda yang diperoleh Y = 7,484 + 0,071X1 + 0,779X2. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residual berdistribusi normal, tidak terjadi multikolineritas, tidak terjadi heteroskedastisitas, dan tidak terjadi autokolerasi sehingga dapat diinterpretasikan bahwa model regresi linier berganda telah memenuhi kriteria Best Linier Unbiased Estimator (BLUE).
Hasil pengujian hipotesis pertama, menyatakan bahwa variabel perencanaan audit berpengaruh positif secara parsial serta signifikan terhadap variabel kinerja akuntan publik, hal tersebut dibuktikan dengan tingkat signifikansinya sebesar 0,647 > 0,05, sedangkan nilai thitung sebesar 0,460 < ttabel = 2,003. Dengan demikian perencanaan audit tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel Kinerja Akuntan Publik di Wilayah Depok dan Jakarta Timur.
Hasil pengujian hipotesis kedua, menyatakan bahwa variabel penggunaan teknologi informasi berpengaruh positif secara parsial serta signifikan terhadap variabel kinerja akuntan publik, hal tersebut dibuktikan dengan tingkat signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05 sedangkan nilai thitung sebesar 3,967 > ttabel = 2,003. Dengan demikian penggunaan teknologi informasi berpengaruh secara parsial terhadap variabel kinerja akuntan publik.
Hasil pengujian hipotesis ketiga, menyatakan bahwa variabel perencanaan audit dan penggunaan teknologi informasi berpengaruh positif serta signifikan terhadap variabel kinerja akuntan publik, hal tersebut dibuktikan dengan tingkat signifikansinya sebesar 0,000 < 0,05, dengan nilai Fhitung sebesar 15,964 > Ftabel sebesar 3,16. Pada penelitian ini menunjukkan bahwa pada proses audit, para auditor yang bekerja di kantor akuntan publik terlebih dahulu membuat perencanaan audit yang disusun secara bertahap dan memanfaatkan teknologi informasi sebagai alat yang dapat membantu dan memudahkan dalam proses audit sehingga dapat meningkatkan kinerja akuntan publik.
Hasil analisis koefisien determinasi diperoleh nilai adjusted R-square sebesar 0,340 artinya adalah 34% variabel dependen Kinerja Akuntan Publik dijelaskan oleh variabel independen Perencanaan Audit dan Penggunaan Teknologi Informasi dan sisanya sebesar 66% dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini seperti struktur audit, komitmen organisasi, independensi dan supervisi
Berdasarkan penjelasan di atas, peneliti memberikan saran untuk penelitian selanjutnya agar dapat menambah jumlah sampel dan variabel independen sehingga hasilnya lebih akurat.