Analisis Pengaruh Akuntansi Konservatif, Kebijakan Dividen, dan Profitabilitas Terhadap Nilai Perusahaan
yonda zhafran halim; bambang tutoko s.e., ak., m.si, c.a.; mulyaning wulan, s.e., m. ak.;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara akuntansi konservatif, kebijakan dividen, dan profitabilitas terhadap nilai perusahaan.
Variabel yang diteliti dalam penelitian ini adalah akuntansi konservatif, kebijakan dividen, dan profitabilitas sebagai variabel independen dan nilai perusahaan sebagai variabel yang terkait. Sampel dalam penelitian ini adalah 35 data yang terdiri dari 7 (tujuh) perusahaan perbankan yang terdaftar dalam indeks INFOBANK15 di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2012-2016 menggunakan metode purpose sampling. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa laporan keuangan perbankan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji statistik yaitu uji simultan (uji F) dan uji parsial (uji t). Analisis hasil regresi dilakukan setelah model tidak mengalami gejala-gejala asumsi klasik seperti multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas.
Penelitian diolah menggunakan perangkat lunak IBM SPSS Statistic, 21,0 dan menghasilkan persamaan sebesar Ŷ = 0,977 + 0,139X1 � 0,032X2 + 1,694X3. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial akuntansi konservatif berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dengan nilai thitung (3,274) > ttabel (2,039) dan signifikansi sebesar 0,003 < 0,05 yang berarti. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa secara parsial kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dengan nilai thitung (-1,195) > -ttabel (-2,039) dan signifikansi sebesar 0,241 < 0,05. Sedangkan, secara parsial profitabilitas berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dengan nilai thitung (9,859) > ttabel (2,039) dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05. Secara simultan akuntansi konservatif, kebijakan dividen, dan profitabilitias berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dengan nilai Fhitung (3,495) > Ftabel (2,91) dengan taraf signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Nilai korelasi sebesar 0,879 yang berarti hubungan antara variabel dependen dan independen sangat kuat. Nilai Adjusted R Square (R2) diketahui sebesar 0,750 yang artinya adalah 75,00% variabel dependen nilai perusahaan dijelaskan oleh variabel independen akuntansi konservatif, kebijakan dividen, dan profitabilitas, sisanya sebesar 25,00% dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini, seperti struktur modal, likuiditas, intelectual capital, corporate governance dan faktor lain yang dapat memengaruhi nilai perusahaan.
Berdasarkan penjelasan di atas peneliti memberikan saran-saran kepada penelitian selanjutnya Dalam pengukuran variabel penelitian selanjutnya dapat menggunakan metode lain, misalnya akuntansi konservatif yang dapat diukur dengan metode C-Score dan nilai perusahaan yang dapat diukur dengan PBV, profitabilitas yang diukur dengan ROE atau NPM dan sebagainya. Peneliti selanjutnya dapat memperluas populasi penelitian, seperti sektor perusahaan manufaktur, otomotif, dan sebagainya.