Pengaruh Inflasi Pendapatan Perkapiran Terhadap Pendapatan Asli Daerah di Provinsi Jawa Barat Tahun 2012-2016
siska selfiana purwandhani; dr. nuzulul hidayati, mm., ak., ca.; sumardi, se.,m.si.;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inflasi dan pendapatan perkapita terhadap pendapatan asli daerah di Provinsi Jawa Barat tahun 2012-2016.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplanasi, yaitu untuk mengetahui pengaruh antara satu variabel dengan variabel lain. Variabel yang diteliti adalah inflasi (X1) dan pendapatan perkapita (X2) sebagai variabel independen. Pendapatan Asli Daerah (Y) sebagai variabel dependen. Data dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 data yang diperoleh dari laporan keuangan 6 Kota di Provinsi Jawa Barat periode 2012-2016. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis akuntansi, analisis deskriptif, analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi) analisis koefisien determinasi, uji hipotesis dan analisis koefisien korelasi.
Pengolahan data menggunakan SPSS 22.0 dan diperoleh persamaan regresi linier berganda :
Y = 28,894 � 0,286 (X1) � 0,501 (X2) + e
Yang telah diuji kelayakan asumsi normalitas berdistribusi normal serta tidak terjadi heterokedastisitas, tidak terjadi multikolinearitas dan tidak terjadi autokorelasi, maka model regresi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Berdasarkan hasil uji hipotesis secara parsial menunjukkan bahwa variabel inflasi memiliki nilai thitung sebesar -1,817 dan nilai ttabel sebesar -2,04227 (-1,817 < -2,04227) dan nilai signifikansi sebesar 0.080 > 0,05, yang berarti bahwa inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Variabel pendapatan perkapita memiliki nilai thitung sebesar -5,817 dan nilai ttabel sebesar -2,04227 (-5,817 > -2,04227) dan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0,05, yang berarti bahwa pendapatan perkapita berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah.
Berdasarkan hasil uji secara simultan menunjukkan bahwa fhitung adalah 17,420 > ftabel 3,32 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti bahwa inflasi dan pendapatan perkapita secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan asli daerah.
Berdasarkan hasil analisis koefisien determinasi (R2) diketahui bahwa nilai R Square diperoleh nilai sebesar 0,563, artinya 56,3% variasi pendapatan asli daerah dapat dijelaskan oleh variabel inflasi dan pendapatan perkapita sedangkan sisanya (100% - 56,3% = 43,7%) dijelaskan oleh variabel lain diluar variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini.
Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambahkan variabel independen lain, dapat memperluas populasi penelitian dan dapat menambah tahun pengamatan penelitian dalam hal ini lebih dari 5 (lima) tahun.