Pengaruh Capital Adequancy Ratio dan Non Perfoming Loan Terhadap Profitabilitas pada Bank Konvensional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
disti alja vestiani; yusdi daulan., s.e., m.m. ; ir. tukirin., m.m.;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan terhadap Return On Asset pada perbankan konvensional yang terdaftar di bursa efek Indonesia tahun 2011-2015.
Dalam penelitian ini digunakan metode eksplanasi, yaitu untuk menjelaskan pengaruh antara variabel bebas yaitu Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan terhadap variabel terikat yaitu Return On Asset dan menjelaskan hubungan antar variabel. Populasi dalam penelitian ini adalah perbankan konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 42 (empat puluh dua). Teknik pengambilan sampel menggunakan judgment sampling dan diperoleh sampel berjumlah 16 (enam belas) perusahaan dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah telaah dokumen, data yang ditelaah adalah laporan keuangan tahunan (annual report) 2011-2015. Teknik pengolahan dan analisis data meliputi analisis manajemen keuangan, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis dan analisis koefisien determinasi.
Hasil analisis manajemen keuangan yaitu variabel Capital Adequacy Ratio
(X1) memiliki nilai minimum 10,25; nilai maksimum 23,80; rata-rata (mean)
16,2722 dan standar deviasi 3,09189 dengan jumlah data 80. Variabel Non
Performing Loan (X2) memiliki nilai minimum 0,45; nilai maksimum 4,74; rata- rata (mean) 2,2140 dan standar deviasi 1,13771 dengan jumlah data 80. Variabel
vi
Return on Asset (Y) memiliki nilai minimum 0,16; nilai maksimum 4,46; rata-rata
(mean) 1,7328 dan standar deviasi 0,98836 dengan jumlah data 80
Hasil analisis regresi linier berganda yang diperoleh yaitu Ŷ = 0,720 + 0,103
X1 + -0,298 X2. Hasil uji asumsi klasik menunjukkan bahwa residul berdistribusi normal, tidak terjadi multikolinearitas, tidak terjadi heteroskedastisitas, dan tidak terdapat autokorelasi sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi linier berganda telah memenuhi kriteria BLUE (Best, Linier, Unbiased, Estimation) dengan variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen yaitu Return On Asset.
Hasil uji statistik t menunjukkan bahwa nilai thitung variab aitu Capital
Adequacy Ratio yang diukur berdasarkan thitung 3,226 > t (
; 7) = 1,991
dengan nilai signifikansi 0,002 < 0,05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Capital Adequacy Ratio secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset dan H1 diterima, dan nilai thitung variabe aitu Non Performing Loan
yang diukur berdasarkan thitung -3,444 < -t (
; 7) = -1,991 dengan nilai
signifikansi 0,001 < 0,05, maka dapat diinterpretasikan bahwa Non Performing Loan secara parsial berpengaruh signifikan secara negatif terhadap Return on Asset dan H2 diterima, sedangkan uji statistik F menunjukkan bahwa nilai Fhitung
12,079 > nilai F 0,05 (2 ; 77) = 2,723 dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka
dapat diinterpretasikan bahwa Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan
secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Return on Asset dan H3 diterima.
Hasil analisis koefisien determinasi diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar
0,219 artinya variabel independen yaitu Capital Adequacy Ratio dan Non Performing Loan mampu menjelaskan variasi variabel dependen yaitu Return on Asset sebesar 21,9%, sedangkan sisanya sebesar 78,1% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan atau tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
Oleh sebab itu, bagi investor yang akan menginvestasikan dananya pada
perusahaan perbankan konvensional, perlu memperhatikan tingkat rasio industri
perbankan terlebih dahulu, yang tergambar dari besaran Non Performing Loan
merupakan variable dalam mempengaruhi Return On Asset.