Pengaruh jumlah wisatawan, jumlah hotel, dan tingkat hunian hotel terhadap penerimaan pajak hotel di kota Bogor
a�la almaratul qibtiyah; zulpahmi, s.e., m.si.; sumardi, s.e., m.si;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah wisatawan, jumlah hotel, dan tingkat hunian hotel terhadap penerimaan pajak hotel di Kota Bogor pada tahun 2006 sampai dengan 2015.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional,
yaitu untuk mengetahui atau menjelaskan hubungan antara variabel satu terhadap variabel lain. Variabel yang diteliti adalah variabel X yaitu jumlah wisatawan, jumlah hotel dan tingkat hunian hotel, sedangkan variabel Y adalah penerimaan pajak hotel. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode telaah dokumen yaitu menelaah dan mempelajari data-data yang berasal dari Dinas
Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Bogor , dan Dinas Pendapatan Daerah Kota Bogor. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah analisis akuntansi, analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik (uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi), uji hipotesis, analisis koefisien korelasi, dan analisis koefisien determinasi.
Pengolahan data menggunakan SPSS 20.0 dan diperoleh persamaan regresi linier berganda LnŶ = -71,300 + 6,540 X1 � 1,014X2 + 0,285 X3 yang telah diuji kelayakkan asumsi normalitas berdistribusi normal serta tidak terjadi heterokedastisitas, tidak terjadi multikolinearitas dan tidak terjadi autokorelasi, maka model regresi BLUE (Best Linear Unbiased Estimator).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel jumlah wisatawan memiliki
thitung 3,935 di mana thitung (3,935) > ttabel (2,44691) dan nilai signifikansi 0,008 di mana nilai signifikansi 0,008 < 0,05 yang berarti bahwa jumlah wisatawan berpengaruh signifikan terhadap penerimaan pajak hotel. Jumlah hotel memiliki thitung -1,858 di mana thitung (-1,858) > ttabel (-2,44691) dan nilai signifikansi sebesar 0,084, di mana nilai signifikansi 0,112 > 0,05 yang berarti bahwa jumlah hotel
berpengaruh tidak signifikan terhadap penerimaan pajak hotel. Kemudian tingkat hunian hotel memiliki thitung 0,176 di mana thitung (0,176) < ttabel (2,44691) dan nilai signifikansi 0,866, di mana signifikansi 0,866 > 0,05 yang berarti bahwa tingkat hunian hotel berpengaruh tidak signifikan terhadap penerimaan pajak hotel. Hasil
uji F menunjukkan bahwa secara simultan (bersama-sama) ketiga variabel independen tersebut yaitu jumlah wisatawan, jumlah hotel, dan tingkat hunian hotel signifikan terhadap penerimaan pajak hotel dengan nilai uji Fhitung = Fhitung (16.990) > Ftabel (4,76) dan tingkat signifikansi sebesar 0,002 < 0,05.
Hasil analisis Adjusted R Square menunjukkan bahwa pengaruh antara
jumlah wisatawan, jumlah hotel, dan tingkat hunian hotel dalam menjelaskan variabel dependen yakni penerimaan pajak hotel sebesar 84,2% sedangkan sisanya 15.8% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini, seperti tarif rata-rata kamar hotel, PDRB, Inflasi, dan lain-lain.
Berdasarkan penjelasan di atas penulis memberikan saran-saran kepada
pemerintah daerah Kota Bogor agar lebih membuat strategi daya saing pariwisata Kota Bogor dengan meningkatkan infrastruktur drainase system, peningkatan anggaran pemerintah untuk pariwisata, pengembangan potensi wisata Kota Bogor, dan pengembangan sarana kepariwisataan.