Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pegawai fungsional peneliti pada pusat penelitian dan pengembangan teknologi minyak dan gas bumi "Lemigas" | UPT Perpustakaan UHAMKA t tabel), sehingga terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja pegawai. Penentuan koefisien determinasi menghasilkan r2 sebesar 0.401 atau 40.1%. Hal ini menunjukkan 40.1% variansi variabel kinerja pegawai ditentukan oleh motivasi kerja, sedangkan sisanya 59.9% ditentukan oleh faktor lain di luar motivasi. Oleh karena itu, disarankan agar pelaksanaan pemberian motivasi kepada pegawai peneliti di Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "LEMIGAS" perlu dipertahankan dan jika perlu dapat lebih ditingkatkan lagi dengan memperhatikan kebutuhan dari pegawai peneliti tersebut. " />