Determinan Kejadian Hiv Pada Pengguna Napza Suntik (Penasun) Di 4 (Empat) Wilayah Kota (Yogyakarta, Tangerang, Pontianak, Dan Makasar) Pada Tahun 2013.
shella dessyanti;
Klasifikasi: NONE
ABSTRAK
Penasun atau Injection Drug User's (IDU's) menjadi salah satu faktor risiko utama penularan HIV AIDS pada beberapa tahun terakhir. Angka prevalensi HIV pada penasun masih tinggi dengan prevalensi pada kota Pontianak 60,2%, Tangerang 53,2%, Yogyakarta 39,2% dan Makasar 30%. Survei perilaku penasun yang dilakukan pada tahun 2000, menunjukkan bahwa para penasun menggunakan jarum suntik secara bersama-sama dengan menggunakan jarum suntik bekas dan tidak steril. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kejadian HIV pada penasun di Yogyakarta, Tangerang, Pontianak dan Makasar tahun 2013 dari sumber sekunder STBP 2013. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi penelitian adalah seluruh penasun di 4 wilayah kota. Dengan teknik sampling jenuh dan kriteria inklusi yaitu mereka yang berumur 15 tahun atau lebih, yang telah tinggal di kota lokasi survei selama paling tidak satu bulan, dan menyuntikkan Napza dalam satu bulan terakhir, maka diperoleh sampel sebanyak 827 responden. Analisis dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan variabel independen sebagai berikut: variabel umur PR=1,756(95%Cl:1,552-1,986)pvalue(0,000), tingkat pendidikan PR=1,487(95%Cl:1,338- 1,653)pvalue(0,000), status perkawinan PR=1,292(95%Cl:1,147-1,455)pvalue(0,000), sumber pendapatan PR=0,975(95%Cl:0,852-1,117)pvalue(0,743), akses LASS PR=1,308(95%Cl:1,156-1,481)pvalue(0,000), akses PTRM PR=1,894(95%Cl:1,588- 2,259)pvalue(0,000), usia pertama kali menjadi penasun PR=1,250(95%Cl:1,086- 1,438)pvalue(0,006), lama menjadi penasun PR=0,683(95%Cl:0,599-0,779)pvalue(0,000) , berbagi jarum suntik PR=1,315(95%Cl:1,076-1,608)pvalue(0,004), perilaku seks PR=0,905(95%Cl:0,807-1,016)pvalue(0,097), penggunaan kondom PR=0,922(95%Cl:0,819- 1,038)pvalue(0,202), riwayat penyakit IMS PR=0,832(95%Cl:0,743-0,931)pvalue(0,002). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Variabel yang signifikan terhadap status HIV terdiri dari umur, tingkat pendidikan, status perkawinan, akses LASS, akses PTRM, usia pertama kali menjadi penasun, lama menjadi penasun, berbagi jarum suntik, dan riwayat penyakit IMS. Variabel yang memiliki risiko terhadap status HIV pada penasun adalah variabel umur, tingkat pendidikan, status perkawinan, akses LASS, akses PTRM, usia pertama kali menjadi penasun, berbagi jarum suntik. Sedangkan variabel yang memiliki efek protektif terhadap status HIV pada penasun adalah variabel lama menjadi penasun dan riwayat penyakit IMS.
ABSTRACT
Injecting drug users or injection drug users (IDU's) has been one of the major risk factors for HIV AIDS transmission in recent years. HIV prevalence rate in IDU is still high with prevalence in Pontianak 60,2%, Tangerang 53,2%, Yogyakarta 39,2% and Makasar 30%. The IDU behavioral surveys conducted in 2000 showed that IDUs use needles and syringes together by using used and unsterilized needles. This study aims to determine the determinants of HIV incidence in IDU in Yogyakarta, Tangerang, Pontianak and Makassar in 2013 from secondary sources STBP 2013. This study used a quantitative research method with cross sectional design, the study population was all injectors in 4 urban areas. With saturated sampling techniques and inclusion criteria of those aged 15 years or older who had lived in the city survey location for at least one month, and injected the drug within the last month, a sample of 827 respondents was obtained. Analysis in this research is univariate analysis and bivariate analysis by using chi square test. The result of the research shows the relation of independent variable as follows: age variable PR = 1,756 (95% Cl: 1,552-1,986) pvalue (0,000), education level PR = 1,487 (95% Cl: 1,338-1,653) pvalue (0,000), marriage status PR = 1.292 (95% Cl: 1,147-1,455) pvalue (0,000), PR revenue source = 0.975 (95% Cl: 0.852-1,117) pvalue (0.743), access LASS PR = 1,308 (95% Cl: 1,156-1,481) pvalue (0.000), access PTRM PR = 1,894 (95% Cl: 1,588-2,259) pvalue (0,000), age first became IDU PR = 1,250 (95% Cl: 1,086-1,438) pvalue (0,006), long became IDUs PR = (95% Cl: 0,599-0,779) pvalue (0.000), sharing syringe PR = 1,315 (95% Cl: 1,076-1,608) pvalue (0.004), sex behavior PR = 0.905 (95% Cl: 0.807-1.016) pvalue (0,097), condom use PR = 0,922 (95% Cl: 0,819-1,038) pvalue (0,202), history of STI disease PR = 0,832 (95% Cl: 0,743-0,931) pvalue (0,002). The conclusions in this study were significant variables on HIV status consisting of age, education level, marital status, access of LASS, access of PTRM, age of first being IDU, duration of IDU, sharing of needle syringe, and history of STI disease. The variables that are at risk for HIV status in IDU are age variables, education level, marital status, access of LASS, access of PTRM, age of first to injecting drug, sharing needle syringe. While the variables that have a protective effect on HIV status in IDU is the old variable being IDU and history of STI disease.