Perbandingan Faktor Internal Dan Eksternalyang Berhubungan Dengan Perilaku Seks Berisiko Antara Siswa Smp M Jakarta Timur Dan Smp N Jakarta Utara Tahun 2014
cici nurjanah;
Klasifikasi: NONE
ABSTRAK
Hasil Survey terpadu biologis dan perilaku (STBP) 2009 pada remaja di 4 kota yakni Yogyakarta, Tangerang, Pontianak, dan Samarinda menunjukkan 12.1% remaja laki-laki mengaku pernah berhubungan seks,dan 18.2% diantaranya pernah melakukan seks anal. sedangkan 4.7% remaja perempuan pada empat kota yang sama mengaku pernah berhubungan seks,dan 15.8% diantaranya pernah melakukan seks anal.(Kemenkes RI, 2011). Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja dengan perilaku seks berisiko pada Siswa SMP M Jakarta Timur Dan SMP N Jakarta Utara Tahun 2014. Penelitian ini dilakukan di SMP M Jakarta timur & SMP N Jakarta Utara bulan Januari – Februari 2014. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif metode cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan metode propotional stratified random sampling, jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 101 responden. Hasil uji univariat dari 101 responden pada dua sekolah yaitu SMP M & SMP N yaitu lebih banyak responden yang mempunyai perilaku seks berisiko yaitu di SMP M sebesar 86,2 % & di SMP N (65,3%), jenis kelamin perempuan 65,5% di SMP M dan 70,8% di SMP N, Ayah yang berpendidikan Tinggi di SMP M ada 93,1%, di SMP N ada 73,6%. Responden yang memiliki Ibu dengan pendidikan Tinggi lebih banyak di SMP M ada 89,7%. di SMP N ada 68,1%. responden paling banyak memiliki pengetahuan kesehatan reproduksi baik di SMP N yaitu 61,1%, sedangkan di SMP M lebih banyak yang memiliki pengetahuan kurang baik yaitu 62,0%, Responden paling banyak terpapar media massa di SMP M yaitu 75,9% massa di SMP N yaitu 75,0%. pemahaman agama yang tidak baik lebih banyak di SMP M yaitu 65,5%, di SMP N yaitu 69,4%. Peran guru mendukung lebih banyak di SMP N yaitu 88,9%, di SMP M yaitu 82,8%. Peran teman mendukung lebih banyak di SMP M yaitu 79,3%, di SMP N yaitu 68,0%. responden memiliki Kegiatan Ekstrakurikuler mendukung lebih banyak di SMP N yaitu 79,2%, di SMP N yaitu 62,0%. responden memiliki komunikasi ortu-anak mendukung lebih banyak di SMP N yaitu 63,9%, di SMP M yaitu 62,1%. Hasil uji bivariat semua variabel tidak ada yang berhubungan di SMP M Jakarta Timur. Sedangkan untuk di SMP N Jakarta Utara, hasil uji bivariat dari variabel jenis kelamin, pendidikan ayah, pendidikan ibu, pengetahuan kespro, pemahaman agama, peran guru, peran teman, kegiatan ekstrakurikuler, komunikasi ortu-anak didapatkan hasil tidak hubungan sedangkan di SMP N ada satu variabel yang berhubungan dengan perilaku seks berisiko yaitu media massa . Saran yang diberikan peneliti untuk temuan penelitian ini diharapkan kontrol sekolah,seperti rutin mengadakan sidak terhadap perilaku siswa dengan terus meningkatkan pemberian informasi terkait kesehatan reproduksi dan perilaku seks berisiko diharapkan kepada orangtua untuk meningkatkan pengetahuannya tentang kesehatan reproduksi baik dengan cara membaca buku atau ikut seminar-seminar umum terkait kesehatan reproduksi.