Hubungan Karakteristik, Status Gizi, Asupan Energi, Zat Gizi Dan Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Jasmani Siswa Kelas XI SMA Negeri 7 Bekasi
dia ayu pratiwi;
Klasifikasi: NONE
ABSTRAK
Rendahnya tingkat kebugaran pada anak-anak dan remaja akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebugaran pada anak-anak dan remaja masih tergolong rendah. Kebugaran jasmani berhubungan dengan kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan secara efektif, menikmati waktu luang, tahan terhadap penyakit hipokinetis dan menghadapi situasi sulit. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara jenis kelamin, status gizi, asupan energi, zat gizi dan aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani pada siswa kelas XI SMA Negeri 7 Bekasi. Desain studi penelitian ini adalah cross sectional dengan jumlah responden 70 siswa berusia 16-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 62,9% responden memiliki status tidak bugar dan faktor-faktor yang berhubungan antara lain status gizi (p-value= 0,011 ), asupan energi (p-value= 0,000), asupan protein (p-value= 0,000), asupan karbohidrat (p-value= 0,000), asupan vitamin C (p-value= 0,011), asupan zat besi (p-value= 0,024), asupan kalsium (p-value= 0,016), asupan magnesium (p-value= 0,005), dan aktivitas fisik (p-value= 0,000). Terdapat hubungan yang tidak signifikan antara jenis kelamin dan asupan lemak dengan kebugaran jasmani (p>0,05). Status gizi (IMT/U) memiliki peran dominan dalam menentukan status kebugaran siswa. Untuk mencapai status kebugaran yang baik diperlukan asupan zat gizi yang cukup, status gizi yang baik dan aktivitas fisik yang teratur.
ABSTRACT
Low levels of fitness in children and adolescents are at increased risk of cardiovascular disease. Some studies suggest that fitness levels in children and adolescents wa still relatively low. Physical fitness is associated with a person’s ability to work effectively, enjoy leisure time, be healthy, resist hypokinetic diseases, and meet emergency situations. The purpose of this study is to examine the relation of gender, nutritional status, energy intake, nutrient intake, and physical activity with physical fitness among senior high school students in grades 11th in SMA Negeri 7 Bekasi. This design used in this research was cross sectional study and the number of respondents were 70 students of 16 – 18 years old. This results of this study shows that 62,9% participants are unfit. This study was also found that physical fitness has been associated with nutritional status (p-value= 0,011), energy intake (p-value= 0,00), protein intake (p-value= 0,000), carbohydrate intake (p-value= 0,000), vitamin C intake (p-value= 0,011), iron intake (p-value= 0,024), calsium intake (p-value= 0,016), magnesium intake (p-value= 0,005) and physical activity (p-value= 0,000). There is no significance correlation between gender and fat intake with physical fitness (p>0,05). Nutritional status (BMI/A) an important role in determining the fitness status of student. Adequate intake, good nutritional status (BMI/A), and increase physical activity are required to improve fitness level.