Tingkat Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Masyarakat Terhadap Kehalalan Obat Di Kecamatan Bekasi Barat
neysa amalia;
No. Panggil: FS03-250081
Klasifikasi: FS03-250081
Obat dikategorikan halal apabila bahan serta proses produksi, dan
penyimpanannya sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Penilaian kehalalan tidak
hanya mencakup asal bahan, tetapi juga proses sintesis bahan aktif dan eksipien.
Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku
masyarakat terhadap kehalalan obat. Penelitian ini menggunakan desain crosssectional dengan pendekatan observasional. Responden diambil berdasarkan
kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan secara luring pada
bulan Maret-Mei 2025 dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat. Hasil
ini menunjukkan sebanyak 65% masyarakat berpengetahuan cukup, 99,2%
menunjukkan bahwa masyarakat bersikap positif dan 61,62% masyarakat
berperilaku cukup. Uji spearman’s rho menunjukkan tidak terdapat hubungan
signifikan antara pengetahuan dan sikap (p = 0,007; r = 0,093), serta pengetahuan
dan perilaku (p= 0,962; r = 0,002). Nilai r menunjukkan korelasi yang sangat
lemah. Namun, terdapat hubungan signifikan antara sikap dan perilaku (p = 0,001
dan nilai r = 0,170);Obat dikategorikan halal apabila bahan serta proses produksi, dan
penyimpanannya sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Penilaian kehalalan tidak
hanya mencakup asal bahan, tetapi juga proses sintesis bahan aktif dan eksipien.
Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku
masyarakat terhadap kehalalan obat. Penelitian ini menggunakan desain crosssectional dengan pendekatan observasional. Responden diambil berdasarkan
kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan secara luring pada
bulan Maret-Mei 2025 dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat. Hasil
ini menunjukkan sebanyak 65% masyarakat berpengetahuan cukup, 99,2%
menunjukkan bahwa masyarakat bersikap positif dan 61,62% masyarakat
berperilaku cukup. Uji spearman’s rho menunjukkan tidak terdapat hubungan
signifikan antara pengetahuan dan sikap (p = 0,007; r = 0,093), serta pengetahuan
dan perilaku (p= 0,962; r = 0,002). Nilai r menunjukkan korelasi yang sangat
lemah. Namun, terdapat hubungan signifikan antara sikap dan perilaku (p = 0,001
dan nilai r = 0,170);Obat dikategorikan halal apabila bahan serta proses produksi, dan
penyimpanannya sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Penilaian kehalalan tidak
hanya mencakup asal bahan, tetapi juga proses sintesis bahan aktif dan eksipien.
Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku
masyarakat terhadap kehalalan obat. Penelitian ini menggunakan desain crosssectional dengan pendekatan observasional. Responden diambil berdasarkan
kriteria inklusi dan eksklusi. Pengumpulan data dilakukan secara luring pada
bulan Maret-Mei 2025 dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat. Hasil
ini menunjukkan sebanyak 65% masyarakat berpengetahuan cukup, 99,2%
menunjukkan bahwa masyarakat bersikap positif dan 61,62% masyarakat
berperilaku cukup. Uji spearman’s rho menunjukkan tidak terdapat hubungan
signifikan antara pengetahuan dan sikap (p = 0,007; r = 0,093), serta pengetahuan
dan perilaku (p= 0,962; r = 0,002). Nilai r menunjukkan korelasi yang sangat
lemah. Namun, terdapat hubungan signifikan antara sikap dan perilaku (p = 0,001
dan nilai r = 0,170)