Evaluasi Kuantitatif Dan Klasifikasi Aware Penggunaan Antibiotik Dengan Metode Atc/Ddd Dan Du 90% Di Ruang Rawat Inap Anggrek Dan Mawar Rsup Persahabatan Periode Agustus-Oktober 2025
Anidha Rafa Andini; Maifitrianti Ida;
No. Panggil: FS03-260082
Klasifikasi: FS03-260082
Penggunaan antibiotik yang berlebihan dapat meningkatkan risiko resistensi antimikroba, sehingga diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik untuk mendukung terapi yang rasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pola penggunaan antibiotik di ruang rawat inap Anggrek dan Mawar menggunakan metode Anatomical Therapeutic Chemical/Defined Daily Dose (ATC/DDD) dan Drug Utilization 90% (DU 90%). Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan desain retrospektif menggunakan data rekam medis pasien yang menerima terapi antibiotik selama periode penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik dengan penggunaan tertinggi di ruang Anggrek adalah sefotaksim dengan nilai 32,82 DDD/100 patient-days, sedangkan di ruang Mawar adalah levofloksasin IV dengan nilai 61,02% DDD/100 patient-days. Analisis DU 90% di ruang Anggrek meliputi sefotaksim IV 26,01%, levofloksasin IV 16,56%, metronidazol IV 15,78%, sefiksim oral 13,14%, dan ampisilin sulbaktam IV 7,78%. Sementara itu, di ruang Mawar meliputi levofloksasin IV 36,98%, sefotaksim IV 16,06%, sefiksim oral 7,59%, ampisilin sulbaktam IV 7,36%, dan metronidazol IV 7,3%. Berdasarkan klasifikasi AWaRe, kelompok antibiotik watch merupakan kelompok yang paling banyak digunakan di kedua ruang. Persentase penggunaan antibiotik watch di ruang Anggrek sebesar 73,64%, yang terdiri atas sefiksim, sefotaksim, levofloksasin, sefoperazon, seftazidim, dan amikasin. Adapun di ruang Mawar, penggunaan antibiotik watch mencapai 72,04%, yang meliputi sefiksim, sefotaksim, levofloksasin, sefoperazon, seftazidim, dan seftriakson.