Implementasi Business Intelligence Menggunakan Tableau dalam Analisis Kasus Kematian Akibat Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jawa Barat
OPRIN MUHAMMAD GILANG; irwansyah;
No. Panggil: eSTI-2103015105
ABSTRAK
Implementasi Business Intelligence Menggunakan Tableau dalam Analisis Kasus Kematian Akibat Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jawa Barat
Oprin Muhammad Gilang
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi
ancaman serius di Indonesia, terutama di Provinsi Jawa Barat. Tingginya angka kasus dipengaruhi
oleh kepadatan penduduk, tingkat urbanisasi, serta kondisi lingkungan yang mendukung penyebaran
nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor penyakit. Selama periode 2014 hingga 2023, tercatat sebanyak
225.481 kasus kematian akibat DBD di Jawa Barat, terdiri dari 117.107 kasus pada laki-laki dan
108.374 kasus pada perempuan. Salah satu kendala dalam penanganan DBD adalah kurangnya
penyajian data yang sederhana dan mudah dipahami, padahal visualisasi data yang informatif sangat
dibutuhkan untuk mendukung strategi pencegahan yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini
mengusulkan penerapan konsep Business Intelligence (BI) menggunakan perangkat lunak Tableau
untuk memvisualisasikan data kematian akibat DBD secara lebih jelas dan interaktif. Data yang
digunakan diperoleh dari portal resmi Satu Data Indonesia, dengan jumlah awal 540 data kasus
kematian. Setelah pemeriksaan awal, data dikurangi menjadi 520 data kasus kematian karena
penghapusan entri dari wilayah Kota Banjar, yang tidak dikenali Tableau sebagai bagian dari Jawa
Barat. Selanjutnya, dilakukan proses Extract, Transform, Load (ETL) serta validasi data untuk
memastikan konsistensi dan akurasi. Data yang tidak relevan, duplikat, atau memiliki nilai kosong
pada kolom penting seperti 'Wilayah' dihapus dalam proses ini. Hasil visualisasi ditampilkan dalam
berbagai bentuk grafik seperti geo mapping, line chart, horizontal bar chart, stacked bar chart, dan pie
chart, yang menggambarkan tren tahunan kasus, distribusi berdasarkan jenis kelamin, serta sebaran
kasus di masing-masing kabupaten/kota. Secara keseluruhan, penerapan Tableau dalam pendekatan
Business Intelligence terbukti efektif dalam menyederhanakan data kompleks menjadi informasi
visual yang berguna untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data di sektor kesehatan,
khususnya dalam penanggulangan DBD di Provinsi Jawa Barat.
Kata Kunci: Business Intelligence; DBD; ETL; Jawa Barat; Tableau
Implementation of Business Intelligence Using Tableau in Analyzing Death Cases Caused by Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) in West Java Province
Oprin Muhammad Gilang
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease that remains a serious public health threat
in Indonesia, especially in West Java Province. The high number of cases is influenced by population
density, urbanization, and environmental conditions that facilitate the spread of the Aedes aegypti
mosquito, the primary vector of the disease. From 2014 to 2023, a total of 225,481 deaths from
dengue fever were recorded in West Java, consisting of 117,107 cases in males and 108,374 in
females. One of the main challenges in managing dengue fever is the lack of clear, concise, and easily
understandable data presentation. In fact, informative data visualization is essential to support the
development of effective prevention and control strategies. To address this issue, this study proposes
the application of Business Intelligence (BI) concepts using Tableau software to visualize dengue
mortality data in a clearer and more interactive way. The data used in this study was obtained from the
official Satu Data Indonesia portal, originally comprising 540 rows. After an initial review, the dataset
was reduced to 520 rows due to the removal of entries from Banjar City, which Tableau misidentified
as a region in Kalimantan rather than West Java. Subsequently, an Extract, Transform, Load (ETL)
process and data validation were conducted to ensure consistency and accuracy. During this stage,
irrelevant records, duplicates, and rows with missing values in key columns such as “Region” were
removed. The visualization results were presented using various chart formats, including geo
mapping, line charts, horizontal bar charts, stacked bar charts, and pie charts, depicting annual trends,
gender-based distributions, and regional case breakdowns. Overall, the integration of Tableau in a
Business Intelligence approach proved effective in transforming complex datasets into accessible
visual information, which can support data-driven decision-making in the health sector particularly in
the management and control of dengue fever in West Java Province.
Keyword: Business Intelligence; DBD; ETL; West Java; Tableau