ANALISIS PERBEDAAN PENDAPAT WARGANET INDONESIA
DAN INTERNASIONAL TERKAIT AKSI BOIKOT PRODUK
PENDUKUNG ISRAEL
Adityo Fajar Nugroho; Arry Avorizano;
No. Panggil: eSTI-1903015147
Analisis Perbedaan Pendapat Warganet Indonesia dan Internasional Terkait
Aksi Boikot Produk Pendukung Israel
Adityo Fajar Nugroho, Arry Avorizano
Konflik antara Israel dan Palestina saat ini bukan hanya tentang perebutan wilayah, tetapi melibatkan
politik dan kemanusiaan. Palestina adalah pihak yang paling terdampak dalam konflik ini, sehingga
hal ini menjadi sorotan secara global, terutama di Indonesia. Sejumlah produk, baik asing maupun
lokal, secara terang-terangan mendukung tindakan Israel, termasuk dengan memberikan donasi
berupa uang dan barang. Hal ini membuat masyarakat semakin marah terhadap Israel serta produk
yang mendukungnya, sehingga adanya seruan aksi boikot produk pendukung Israel di media sosial.
Oleh karena itu, peneliti melakukan analisis sentimen terkait aksi boikot produk pendukung Israel
dari media sosial X dan YouTube menggunakan algoritma Naïve Bayes dengan model Multinomial,
Bernoulli, dan Gaussian pada warganet Indonesia dan internasional. Hasil dari penelitian ini,
menunjukkan pada dataset internasional memiliki nilai sentimen positif sebesar 79.79% dengan
jumlah 600 data tweet yang mendukung aksi boikot, sedangkan pada kelas negatif diperoleh 20.21%
dengan jumlah 152 data tweet yang menolak aksi boikot. Kemudian pada dataset Indonesia memiliki
nilai sentimen positif sebesar 51.78% dengan jumlah 1312 data komentar yang mendukung aksi
boikot, sedangkan pada kelas negatif diperoleh 48.22% dengan jumlah 1222 data komentar yang
menolak aksi boikot. Jadi, di Indonesia ataupun negara lainnya, mayoritas warganet menyerukan
aksi boikot produk pendukung Israel melalui platform media sosial X dan YouTube. Saat dilakukan
evaluasi model, model BernoulliNB mendapatkan nilai akurasi paling tinggi pada kedua dataset.
Pada dataset Indonesia, BernoulliNB mencapai nilai akurasi hingga 89%, rata-rata precision sebesar
90%, recall 88%, dan f1-score 88%. Kemudian pada dataset internasional, mendapatkan nilai
akurasi sebesar 76%%, rata-rata precision sebesar 64%, recall 57%, dan f1-score 57%. Perbedaan
jumlah data dari kedua dataset dapat mempengaruhi tingkat akurasi, semakin banyak jumlah data,
semakin mudah model dalam melakukan evaluasi.
Kata kunci: analisis sentimen, boikot, produk, israel, palestina, naïve bayes, x, youtube
Analysis of Indonesian and International Netizens' Dissent Regarding the
Boycott Action Against Israel-Supporting Products
Adityo Fajar Nugroho, Arry Avorizano
The current conflict between Israel and Palestine is not only about territorial dispute, but involves
politics and humanity. Palestine is the most affected party in this conflict, so this has become a
global spotlight, especially in Indonesia. A number of products, both foreign and local, openly
support Israel's actions, including by donating money and goods. This has made people even angrier
towards Israel and the products that support it, leading to calls for a boycott of products supporting
Israel on social media. Therefore, researchers conducted a sentiment analysis related to the boycott
of products supporting Israel from social media X and YouTube using the Naïve Bayes algorithm
with Multinomial, Bernoulli, and Gaussian models on Indonesian and international citizens. The
results of this study show that the international dataset has a positive sentiment value of 79.79%
with 600 tweet data supporting the boycott action, while the negative class is 20.21% with 152 tweet
data rejecting the boycott action. Then the Indonesian dataset has a positive sentiment value of