PERBANDINGAN KEKUATAN SERANGAN PORT SCANNING DAN BRUTE FORCE DI ROUTEROS BERDASARKAN SISTEM OPERASI LINUX
Achmad Rizal Dzikrillah; Afiq Mustofa;
No. Panggil: eSTI-2003015061
ABSTRAK
Perbandingan Kekuatan Serangan Port Scanning dan Brute Force di RouterOS Berdasarkan Sistem Operasi Linux
Afiq Mustofa
Penelitian ini mengkaji perbandingan kekuatan serangan port scanning dan brute
force pada RouterOS dengan menggunakan berbagai distribusi sistem operasi
Linux. Sejak pertama kali diperkenalkan oleh Linus Torvalds, Linux telah
berkembang menjadi sistem operasi open-source yang luas digunakan, dengan
berbagai distribusi yang menawarkan tingkat keamanan dan anonimitas yang
berbeda-beda. Alasan utama penelitian ini dilakukan ialah untuk mengidentifikasi
dan memperbaiki kelemahan sebelum dieksploitasi oleh pihak yang tidak
bertanggung jawab. Dengan demikian, dapat dihindari potensi kerugian besar
yang mungkin timbul akibat serangan siber, seperti pencurian data, gangguan
layanan, dan kerusakan reputasi. Penelitian ini juga bertujuan untuk
mengidentifikasi beberapa distribusi linux seperti Ubuntu, Debian dan Kali akan
di uji manakah sistem operasi Linux yang memiliki tingkat serangan port
scanning dan brute force tertinggi, serta menguji strategi perlindungan yang
tersedia di RouterOS. Hasil penelitian analisis serangan port scanning
menunjukkan Ubuntu unggul di pengujian pertama persentase port yang di drop
nya 125% dengan jumlah 210 serangan. Sedangkan pada pengujian kedua Kali
memiliki tingkat serangan yang di drop sebesar 126,67% dengan jumlah 209. Lalu
pada pengujian pertama brute force Ubuntu menghasilkan serangan yang sama
dengan Kali persentase paket drop nya 98,73% dan jumlah paket yang di drop
233 serangan tapi di pengujian kedua Ubuntu menghasilkan serangan yang unggul
total 235 serangan dengan persentase paket drop 98,74% berbeda 0,01% di
banding Kali. Penelitian ini membantu dalam melakukan Network Penetration
Testing serangan pada sebuah keamanan jaringan terutama dalam sistem
RouterOS yang dijadikan sebagai alat pencegahan serangan yang dilakukan oleh
sistem operasi linux.
Kata kunci: Linux, RouterOS, port scanning, brute force, Ubuntu, Debian, Kali
ABSTRACT
Comparison of Port Scanning and Brute Force Attack Strengths on RouterOS Based on Linux Operating System
Afiq Mustofa
This study examines the comparison of port scanning and brute force attack
strength on RouterOS using various Linux operating system distributions. Since it
was first introduced by Linus Torvalds, Linux has developed into a widely used
open-source operating system, with various distributions offering varying levels of
security and anonymity. The main reason for this study is to identify and fix
weaknesses before they are exploited by irresponsible parties. Thus, the potential
for major losses that may arise from cyber attacks can be avoided, such as data
theft, service disruption, and reputation damage. This study also aims to identify
several Linux distributions such as Ubuntu, Debian and Kali to test which Linux
operating system has the highest level of port scanning and brute force attacks, as
well as to test the protection strategies available in RouterOS. The results of the
port scanning attack analysis study showed that Ubuntu excelled in the first test,
the percentage of ports dropped was 125% with a total of 210 attacks. While in
the second test Kali has a dropped attack rate of 126.67% with a total of 209.
Then in the first test, Ubuntu brute force produces the same attack as Kali, the
percentage of dropped packets is 98.73% and the number of dropped packets is
233 attacks, but in the second test Ubuntu produces a superior attack totaling 235
attacks with a percentage of dropped packets of 98.74%, different by 0.01%
compared to Kali. This research helps in conducting Network Penetration Testing
attacks on network security, especially in the RouterOS system which is used as a
tool to prevent attacks carried out by the Linux operating system.
Keywords: Linux, RouterOS, port scanning, brute force, Ubuntu, Debian, Kali