HUBUNGAN POLA KONSUMSI ULTRA PROCESSED FOOD,
AKTIVITAS FISIK, DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN
HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN CIPETE,
JAKARTA SELATAN
ALYA MUNA YUSMANIAR;
No. Panggil: 114_2026_FIKES_ALYA MUNA YUSMANIAR_2005025011
Klasifikasi: NONE
Hipertensi adalah kondisi tanpa gejala dengan tekanan darah tinggi yang
meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular seperti stroke, gagal jantung,
serangan jantung, dan kerusakan ginjal. Faktor risikonya meliputi usia, jenis
kelamin, riwayat hipertensi, pola makan (konsumsi lemak, natrium, kalium), serta
gaya hidup (merokok, alkohol, stres, kopi, aktivitas fisik). Penelitian ini bertujuan
menganalisis hubungan konsumsi Ultra Processed Food (UPF), aktivitas fisik, dan
dukungan keluarga dengan hipertensi pada lansia di Kelurahan Cipete, Jakarta
Selatan. Desain penelitian adalah kuantitatif cross-sectional dengan 112 responden
lansia hipertensi dari populasi 704 orang, menggunakan accidental sampling.
Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil
menunjukkan mayoritas responden berusia 45–59 tahun (57,1%), perempuan
(75%), berpendidikan rendah (58%), tidak bekerja (62,5%), memiliki riwayat
hipertensi (44,6%), dan hanya 31,3% yang rutin mengonsumsi obat. Sebagian besar
jarang mengonsumsi UPF (62,5%), memiliki aktivitas fisik sedang (38,4%), dan
dukungan keluarga cukup (45,5%). Uji bivariat menunjukkan tidak ada hubungan
signifikan antara konsumsi UPF (p=0,120), aktivitas fisik (p=0,216), dan dukungan
keluarga (p=0,612) dengan tekanan darah. Kesimpulannya, ketiga faktor tersebut
tidak signifikan terhadap tekanan darah lansia, namun edukasi gizi, gaya hidup
sehat, dan dukungan keluarga tetap menjadi hal penting dalam pencegahan
hipertensi.