Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Dan Pengambilan Keputusan Kepala Sekolah Terhadap Optimalisasi Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dasar Kecamatan Pondok Melati
borg, james; prof. dr. ch. suprapto, mm.; dr. fetrimen, m.pd.;
Klasifikasi: NONE
Peningkatan kualitas guru di Indonesia menjadi isu yang mendesak, terutama dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka. Data dari Kepala Sekolah dan Guru pada periode 2017-2021 menunjukkan bahwa nilai kelayakan guru dan kepala sekolah mengalami penurunan yang signifikan, dengan angka TK sebesar 0,10%, SD 3,88%, SMP 3,16%, SMA 7,57%, SMK 5,83%, dan SLB 3,98%. Penurunan ini mencerminkan ketidakmampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum yang baru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menguji, dan menggambarkan pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah dan pengambilan keputusan terhadap optimalisasi implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri dan Swasta di wilayah Gugus Satu Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Penelitian ini berlangsung selama delapan bulan, dari Juli hingga November 2025, dengan populasi yang terdiri dari 248 kepala sekolah dan guru. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan melalui Penilaian Skala Likert, yang memungkinkan pengukuran sikap dan opini responden. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis deskriptif untuk menguji hipotesis yang diajukan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh langsung positif terhadap optimalisasi implementasi Kurikulum Merdeka dengan koefisien jalur sebesar 0,141 dan nilai t hitung = 1,675 > ftabel 1,655; pengambilan keputusan kepala sekolah berpengaruh langsung positif terhadap optimalisasi implementasi Kurikulum Merdeka dengan koefisien jalur sebesar 0,121, dan nilai t hitung 1,458 > t tabel 1,655, serta kepemimpinan transformasional berpengaruh langsung positif terhadap pengambilan keputusan kepala sekolah dengan koefisien jalur sebesar 0,339 dan nilai thitung 4,774 > t tabel = 1,655. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik kepemimpinan transformasional dan semakin tinggi pengambilan keputusan kepala sekolah yang diberikan, maka semakin tinggi pula optimalisasi implementasi kurikulum merdeka, di mana kepemimpinan transformasional yang efektif dan pengambilan keputusan kepala sekolah yang adil menjadi faktor penting dalam meningkatkan optimalisasi implementasi kurikulum merdeka di sekolah dasar.