Efektifitas Media Penyuluhan Gizi Seimbang Terhadap Pengetahuan, Keinginan, Dan Sikap Remaja Pondok Pesantren La Tansa 2 Di Rangkasbitung Lebak-Banten Tahun 2022
sudarjat sukadam; dr. retno mardhiati, m.kes, dr. handayani, m.kes;
Klasifikasi: NONE
Masalah Gizi di Indonesia saat ini memiliki tiga beban ganda utama yang disebut dengan Triple
Burden, yaitu Gizi Kurang, Gizi Lebih dan Kekurangan Zat Gizi (Anemia). Remaja adalah sumber daya
manusia yang potensial dalam pembangunan Negara, masalah yang terjadi pada remaja yang diakibatkan
karena masalah gizi akan mempengaruhi kualitas hidupnya baik pada usia produktif bahkan pada usia
selanjutnya.Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas media penyuluhan gizi
seimbang terhadap pengetahuan, keinginan, dan sikap remaja pondok pesantren La Tansa 2 di
Rangkasbitung Lebak-banten tahun 2022. Penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, sikap
dan keinginan remaja tentang pentingnya penerapan empat prinsip gizi seimbang di usia remaja dalam
meningkatkan kualitas gizi demi kebaikan keberlangsungan hidupnya.
Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen, Quasi Experimental Design, dengan Tree-Group
Pre-Test Pos-Test design pada masing masing kelompok. Uji yang digunakan adalah Dependen sampel TTes
WilCoxon dua sampel berhubungan dan uji Independen sampel T-Tes Kruskal Wallis >3 kelompok tidak
berhubungan. Responden di berikan pertanyaan dengan menggunakan kuesioner sebelum dilakukan
penelitian kemudian dilakukan intervensi dengan menggunakan media (media video animasi, video peraga
dan media kombinasi). populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi SMP kelas 1 Pondok Pesantren
La Tansa Mashiro 2 pada masing-masing kelompok eksperimen 1, kelompok eksperimen 2, dan kelompok
eksperimen 3.
Hasil uji Kruskal Wallis menunjukan bahwa untuk variable pengetahuan saat Pre-test maupun Posttest
tidak terdapat perbedaan pengetahuan responden antar ketiga kelompok (media animasi, media peraga
dan media kombinasi) dengan nilai pvalue Pre-Test 0,511 > α (0,05) dan nilai pvalue Post-Test 0,452 > α (0,05).
Begitupun pada pada variable sikap saat Pre-test maupun Post-test tidak terdapat perbedaan antara ketiga
kelompok (media animasi, media peraga dan media kombinasi) dengan nilai pvalue Pre-Test 0,843 > α (0,05)
dan nilai pvalue Post-Test 0,479 > α (0,05). Pada variable keinginan saat Pre-test maupun Post-Test tidak
terdapat berbedaan antara ketiga kelompok media (media animasi, media peraga dan media kombinasi)
dengan nilai pvalue Pre-Test 0,452 > α (0,05) dan nilai pvalue Post-Test 0,723 > α (0,05). Berdasarkan uji Will
Coxon terdapat perbedaan (Pre-Test Post-Test) pada variable pengetahuan, sikap dan keinginan dengan
menggunakan media video animasi, video peraga dan media kombinasi. Pada kelompok media video animasi
variable pengetahuan (Pre-Post Test) nilai pvalue 0,001 < α (0,05), variable sikap (Pre-Post Test) nilai pvalue
0,00001 < α (0,05) dan variable keinginan (Pre-Post Tes) dengan nilai pvalue 0,017 < α (0,05). Pada kelompok
media video peraga variable pengetetahuan (Pre-Test Post-Test) dengan nilai pvalue 0,00001 < α (0,05),
variable sikap (Pre-Test Post-Test) dengan nilai pvalue 0,00001 < α (0,05), dan variable keinginan (Pre-Test
Post-Test) dengan nilai pvalue 0,017 < α (0,05). Pada media Video kombinasi terdapat perbedaan nilai
pengetahuan responden (Pre-Test Post-Test) dengan nilai pvalue 0,00001 < α (0,05), dan terdapat perbedaan
nilai sikap responden (Pre-Test Post-Test) dengan nilai pvalue 0,001 < α (0,05), juga terdapat perbedaan nilai
keinginan responden (Pre-Test Post-Test) dengan nilai pvalue 0,022 < α (0,05).
Kesimpulannya sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dengan menggunakan media terdapat perbedaan
yang bermakna baik pada variable pengetahuan, sikap dan keinginan, namun tidak terdapat perbedaan yang
bermakna terhadap variable pengetahuan, sikap dan keinginan antar kelompok media, sehingga ketiga media
yang diberikan efektif dapat digunakan sebagai media penyuluhan gizi seimbang bagi remaja.