Hubungan Karakteristik Sosiodemografi, Perilaku dan Lingkungan Sosial dengan Multimorbiditas pada Lansia Di Puskesmas Pancoran Mas Kota Depok Tahun 2024
dr. erlin listiyaningsi, dra., m.kes ; helda khususn, stp., m.sc., ph.d;
Klasifikasi: NONE
Peningkatan usia harapan hidup mencerminkan kondisi penuaan penduduk di
Indonesia yang diiringi dengan peningkatan risiko mortalitas dan morbiditas, kemudian diperparah dengan adanya kondisi multimorbiditas yaitu ketika seseorang mengidap dua atau lebih penyakit kronis secara bersamaan sehingga menimbulkan dampak luas dalam segi kesehatan lansia, dampak fisik dan psikologis bagi keluarga serta dampak ekonomi bagi pemerintah akibat melonjaknya dana BPJS kesehatan karena meningkatnya jumlah pasien multimorbiditas pada lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktorfaktor dalam karakteristik sosiodemografi, perilaku dan lingkungan sosial yang berhubungan dengan multimorbiditas.
Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan desain studi case control.
Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 150 sampel yang terdiri dari 75 Kasus dan 75 Kontrol yang diambil dengan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi yang telah ditetapkan peneliti. Pengumpulan data pada bulan Juni tahun 2024 menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Analisis data dilakukan dengan uji Chi Square dan regresi logistik ganda.
Hasil penelitian tesis ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna
antara umur (pvalue < 0,001), jenis kelamin (pvalue =0,020), riwayat keluarga (pvalue <0,001), pekerjaan (Pvalue =0,004), status perkawinan (Pvalue =0,014), indeks massa tubuh (IMT) (pvalue < 0,001), aktivitas fisik (pvalue < 0,001), status merokok (pvalue =0,003), kualitas tidur (pvalue =0,009), pola makan berisiko (pvalue < 0,001), dukungan keluarga (pvalue =0,006) dan interaksi sosial (pvalue < 0,001). Analisis regresi logistik ganda menunjukkan terdapat 7 variabel yang berhubungan bermakna dengan multimorbiditas diantaranya aktivitas fisik (pvalue =0,016), IMT (pvalue =0,020), umur (pvalue =0,011), riwayat keluarga (pvalue =0,005), status merokok (pvalue =0,012), kualitas tidur (pvalue =0,017) dan interaksi sosial (pvalue =0,007). Variabel kualitas tidur merupakan variabel
yang paling berpengaruh signifikan terhadap kejadian multimorbiditas pada lansia dengan OR= 8,445.
Oleh karena itu, edukasi PROMKES untuk perubahan perilaku perlu difokuskan
pada peningkatan kualitas tidur yang diiringi peningkatan aktivitas fisik, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, mendorong lansia untuk aktif terlibat dalam kegiatan sosial dan cek kesehatan rutin pada lansia. Penyedia layanan kesehatan primer harus lebih pro aktif dalam memberikan perhatian tambahan terkait dengan kondisi gangguan tidur pada lansia dengan cara aktif mencari, memantau dan menangani masalah gangguan tidur serta memotivasi lansia agar aktif berolahraga untuk mengurangi kejadian multimorbiditas.