Pengaruh Pelatihan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan dengan Motivasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Kasus PT. Techpolitan Indonesia Persada)
d'alleva , hane; dr. budi permana yusuf, m.m ; ahmad diponegoro, ph.d;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan di PT. Techpolitan Indonesia Persada, baik secara parsial maupun secara simultan dengan dimoderasi oleh variable motivasi.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh karyawan tetap PT. Techpolitan Indonesia Persada. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 65 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (kuesioner). Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, uji t parsial, dan uji koefisien determinasi.
Hasil uji instrument untuk semua variabel menunjukkan semua valid dan reliabel. Pada model 1 untuk variabel Pelatihan terhadap Kinerja Karyawan menunjukan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 2,916 > 𝑡tabel = 1,667 dengan nilai signifikasi 0,005 < 0,05. Maka, H0 ditolak dan H1 diterima. Untuk variabel Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan menunjukan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = -0,418 < 𝑡tabel = 1,667 dengan nilai signifikasi 0,678 > 0,05. Maka, H0 diterima dan H2 ditolak. Untuk variabel Motivasi terhadap Kinerja Karyawan menunjukan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 13,231 > 𝑡tabel = 1,667 dengan nilai signifikasi 0,001 < 0,05. Maka, H0 ditolak dan H3 diterima. Untuk variabel Pelatihan terhadap Motivasi menunjukan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 4,146 > 𝑡tabel = 1,667 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Maka, H0 ditolak dan H4 diterima. Untuk variabel Lingkungan Kerja terhadap Motivasi menunjukan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 0,711 < 𝑡tabel = 1,667 dengan nilai signifikasi 0,479 > 0,05. Maka, H0 diterima dan H5 ditolak. Untuk variabel Pelatihan melalui Motivasi terhadap Kinerja Karyawan menunjukan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 8,023 > 𝑡tabel = 1,667 dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Maka, H0 ditolak dan H6 diterima. Untuk variabel Lingkungan Kerja melalui Motivasi terhadap Kinerja Karyawan menunjukan nilai 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 = 1,343 < 𝑡tabel = 1,667 dengan nilai signifikasi 0,184 > 0,05. Maka, H0 diterima dan H7 ditolak.
Pada model 1 dapat disimpulkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara Pelatihan (X1) dan Motivasi (X2) secara parsial terhadap Kinerja Karyawan. Dan tidak terdapat bukti untuk menyatakan adanya pengaruh antara Lingkungan Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y). Pada model 2 dapat disimpulkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara Pelatihan (X1) terhadap Motivasi (Z). Dan tidak terdapat bukti untuk menyatakan adanya pengaruh antara Lingkungan Kerja (X2) terhadap Motivasi (Z). Pada model 3 dapat disimpulkan Motivasi (Z) dapat memoderasi hubungan Pelatihan (X1) terhadap Kinerja Karyawan (Y). Dan Motivasi (Z) tidak dapat memoderasi hubungan Lingkungan Kerja (X2) terhadap Kinerja Karyawan (Y).