Penguatan Pendidikan Karakter Melalui Pengembangan Hidden Curriculum Untuk Membangun Sikap Kritis Dan Sikap Moderat Siswa SMAN 60 Jakarta
meyta dwi kurniasih. sm.pd., m.pd.; ai fatimah nur fuad, lc., ma., ph.d.; dr. ihsana el khuluqo, m.pd.;
Klasifikasi: NONE
Pemikiran kritis dan sikap yang moderat tidak perlu diragukan lagi dapat menjadi salah satu upaya dalam memecahkan persoalan bangsa, seperti tersebarnya berita hoax, bullying, diskriminasi, dan lainnya. Dalam membangun sikap kritis dan sikap moderat, sekolah dapat menjadikan kurikulum tersembunyi sebagai alatnya. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan kurikulum tersembunyi yang keberadaannya terkadang tidak terasa atau kurang disadari. Tesis ini bertujuan untuk mengembangkan hidden curriculum sebagai alat dan upaya membangun sikap kritis dan sikap moderat peserta didik.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara, serta dokumentasi. Adapun sumber data dan informasi akan diperoleh dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, guru Pendidikan Pancasila, Agama Islam, dan Agama Kristen, wali kelas, serta peserta didik SMAN 60 Jakarta. Penelitian ini akan melalui empat tahapan. Pertama, peneliti melakukan pengamatan atau observasi terhadap kegiatan-kegiatan pengembangan hidden curriculum. Kedua, menyusun pedoman wawancara dan melakukan wawancara semi terstruktur sekaligus observasi lapangan. Ketiga, mengkaji dokumen terkait Penguatan Pendidikan Karakter melalui pengembangan hidden curriculum yang menunjang penerapan sikap kritis dan sikap moderat peserta didik. Keempat, seluruh data dari observasi, wawancara, dan kajian dokumen akan diperiksa, divalidasi, dianalisis dan diverifikasi melalui metode triangulasi sumber dan teknik pengambilan data.
Adapun hasil yang diperoleh melalui penelitian ini ialah dalam hal pengembangan hidden curriculum yang dapat membangun sikap kritis dan sikap moderat siswa, SMA Negeri 60 Jakarta melakukan beberapa hal seperti pengarahan, sosialiasi aturan, kerjasama dengan stakeholder, dan literasi guru. Sedangkan dalam hal implementasinya yaitu: diaspora siswa, slogan sekolah, literasi siswa, pemanfaatan fasilitas, pembinaan umum dan pribadi, serta berdiskusi. Kemudian untuk hasil atau dampak yang didapatkan adalah kesantunan, toleransi, dan kepekaan sosial, serta keaktifan siswa. Adapun hambatan yang dirasakan adalah pengaruh media sosial, lemahnya pengaruh yang dimiliki kurikulum tersembunyi dalam rapor, dan perbedaan karakter awal siswa.