Keterbacaan Wacana pada aspek kohesi dan koherensi serta nilai pendidikan karakter dalam buku teks bahasa indonesia kelas x kurikulum 2013
dr. h. syuaiban muhamad, m.pd; prof. dr. h. suyatno,m.pd, prof, dr. hj prima gusti yanti m. hum;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi dan memperoleh
pemahaman mengenai Keterbacaan Wacana dan Nilai Pendidikan Karakter dalam
Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X Kurikulum 2013.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik
analisis melalui studi kepustakaan dengan buku teks bahasa Indonesia kelas X
kurikulum 2013. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori
keterbacaan wacana pada aspek kohesi dan koherensi, serta teori nilai Pendidikan
karakter dalam buku teks bahasa Indonesia. Instrument dalam penelitian ini adalah
menggunakan tabel analisis data denagn tinjauan pada aspek kohesi, koherensi, dan
nilai-nilai pendidikan karakter pada wacana dalam buku teks bahasa Indonesia.
Hasil analisis data pada buku teks bahasa Indonesia kelas X kurikulum 2013
berupa aspk kohesi, koherensi, dan nilai pendidikan karakter. Aspek kohesi terdiri
dari pronominal, substitusi, dan konjungsi. Sedangkan aspek koherensi terdiri dari
masalah kebahasaan repetisi, masalah kebahasaan kata ganti, dan masalah
kebahasaan kata transisi. Nilai pendidikan karakter terdiri dari religious, jujur,
toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu,
semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat atau
komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan
tanggung jawab.
Berdasarkan hasil analisis penggunaan majas pada buku teks bahasa
Indonesia kelas X kurikulum 2013 karya Engkos Kosasih dapat dilihat melalui
aspek kohesi dan koherensi, serta nilai pendidikan karakter. Aspek kohesi
ditemukan berjumlah 30 yaitu pronominal 8, substitusi 2, dan konjungsi 20.
Sedangkan pada aspek koherensi ditemukan berjumlah 13 yaitu masalah
kebahasaan repetisi3, masalah kebahasaan kata ganti 4, dan masalah kebahasaan
kata transisi 5. Nilai pendidikan karakter yang ditemukan berjumlah 15 yaitu 2
menghargai prestasi, 1 bersahabat/komunikatif, 2 semangat kebangsaan, 3 peduli
sosial, 1 rasa ingin tahu, 1 reigius, 1 demokratis, 1 jujur, 1 cinta tanah air, 1 kerja
keras, dan 1 tanggung jawab