Hubungan antara Tingkat Kebugaran dengan Rata-Rata Nilai Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Kelas XI SMAN 21 Jakarta Tahun 2011
ursula ernawati; prof. dr. ratu ayu dewi sartika, m.sc.; dr. hj. emma rachmawati, dra., m.kes.;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empirik hubungan faktor gizi, tingkat kebugaran jasmani, kompetensi guru, dan motivasi belajar siswa, dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa rintisan sekolah berstandar Internasional kelas XI SMA Negeri 21, Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode survei kausal dengan populasi terdiri dari 240 siswa Rintisan Sekolah Beerstandar Internasional kelas XI, SMA Negeri 21 Jakarta
Timur, yang terdiri dari 6 rombongan belajar: Dari populasi tersebut dengan multi stage random sampling menjadi 72 siswa dari keseluruhan 240 siswa yang dijadikan sebagai sample penelitian dengan cara proporsional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, terdapat pengaruh positif antara kompetensi guru terhadap nilai rata-rata hasil belajar siswa, dengan garis regresi Y =
30,628 + 1,292 X1, dengan koefisien korelasi ry1 = 0,836. Dengan menentukan kuadrat dari koefisien korelasi diperoleh hasil bahwa 69, 9% variansi yang terjadi pada nilai rata-rata hasil belajar siswa dapat dijelaskan melalui pengetahuan gizi siswa. Ke-dua, terdapat pengaruh positif antara motivasi belajar siswa terhadap nilai rata-rata hasil belajar Siswa, dengan persamaan garis regresi Y = 51,625 + 0,373 X2., dan koefisien determinasi = 0,602. Hasil pengujian ini mengungkapkan bahwa, hipotesis kedua, dapat diterima. Hal ini berarti 60,2 % variansi yang terjadi pada nilai rata-rata hasil belajar siswa dapat dijelaskan melalui tingkat kebugaran siswa. Ke-tiga, terdapat pengaruh
positif antara pengetahuan gizi siswa dan tingkat kebugaran siswa terhadap nilai ratarata hasil belajar siswa, dengan garis regresi Y = 30,405 + 0,897 X1 + 0,208 X2, koefisien korelasi ry12 = 0,907 dan koefisien determinasi 0,822, artinya 82,2% variansi yang terjadi pada nilai rata-rata hasil belajar siswa dapat dijelaskan melalui faktor pengetahuan gizi siswa dan tingkat kebugaran siswa secara bersamaan. Berdasarkan pada hasil penelitian di atas, nilai rata-rata hasil belajar siswa dapat dicapai secara optimal dengan cara meningkatkan pengetahuan gizi siswa, tingkat kebugaran siswa. Hal ini bahwa ke-dua variabel tersebut manjadi 2 (dua) faktor penentu yang bermakna dan perlunya dilakukan berbagai upaya untuk memberikan dorongan, agar para peserta didik memiliki budaya hidup sehat dengan gaya hidup sehat. Perlu dibuat kebijakan oleh lembaga pendidikan untuk dilakukan pemantauan
secara simultan, melalui pemeriksaan tingkat kebugaran dan status gizi peserta didik, untuk menjamin keberlangsungan kualitas pembelajaran bagi peserta didik.