Pemetaan Kerawanan Kebakaran Menggunakan Pendekatan Sistem Informasi Geografi Dan Penginderaan Jauh Di Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara
waluyo... [et. al].; siti dahlia, s.pd., m.sc;
Klasifikasi: NONE
Efan Kurniawan: 1801095001. “Pemetaan Kerawanan Kebakaran Menggunakan Pendekatan Sistem Informasi Geografi Dan Penginderaan Jauh Di Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara”. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammdiyah Prof. DR. HAMKA, 2022.
Kejadian kebakaran di Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilincing Jakarta Utara pada Tahun 2020 sebanyak 12 kali. Hal ini menjadikan perhatian untuk mengetahui tingkat kerawanan kebakaran di wilayah ini. Oleh karena itu, dilakukan penelitian ini. Tujuan penelitian ini untuk (1) Mengetahui tingkat kerawanan kebakaran di Kelurahan Kalibaru. (2) Mengetahui pola spasial kebakaran di Kelurahan Kalibaru. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis data dilakukan menggunakan metode skoring dan pembobotan pada masing-masing parameter yang mempengaruhi kebakaran. Untuk memperoleh Peta Kerawanan Kebakaran dan pola spasial dilakukan overlay dari data spasial yang sudah diskor dan dibobot pada masing-masing parameter yang mempengaruhi kebakaran yaitu frekuensi kejadian, penggunaan lahan, kepadatan bangunan, sumber air, jarak kantor pemadam, fasilitas hidran, dan lebar jalan.
Hasil penelitian wilayah Kelurahan Kalibaru terdapat beberapa RW yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran sedang terdapat pada RW 01, RW 04, RW 06, RW 08, RW 09, RW 10, dan RW 14 dengan luas kerawanan 110 Hektar, sedangkan RW yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran rendah terdapat pada RW 02, RW 03, RW 05, RW 07, 12, RW 13, RW 15 dengan luas kerawanan 79 Hektar. Faktor yang pengaruhi kerawanan kebakaran sedang ialah kepadatan bangunan 0-0,6, jarak fasilitas hidran lebih dari 700 meter, jarak kantor pemadam lebih dari 850 meter, lebar jalan antara lain 1-6 meter, jarak kantor pemadam lebih dari 850-1.500 meter, jarak sumber air 800-1.500 meter, kondisi penggunaan lahan di wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran sedang merupakan industri dan gudang kayu. Faktor yang mempengaruhi kerawanan kebakaran rendah kepadatan bangunan 0,7 meter, lebar jalan 3-6 meter, jarak sumber air kurang dari 1.000 meter, jarak fasilitas hidran kurang dar 700 meter, dan area penggunaan lahan permukiman dan pasar. Pola spasial di wilayah kerawanan kebakaran sedang tersebar menjauhi sungai, fasilitas hidran, kantor pemadam dan jalan utama. Selain itu, di wilayah kerawanan sedang dengan penggunaan lahan untuk industri gudang dan industri pemotongan kayu. Di wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran tinggi memiliki pola spasial tersebar menjauhi jalan utama, jauh dengan sungai, fasilitas hidran, dan kantor pemadam serta sebagian besar penggunaan lahannya merupakan industri pergudangan kayu maupun industri pemotongan kayu.
Kata Kunci: Kerawanan Kebakaran, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis, Kelurahan Kalibaru