Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Novel Arah Langkah karya Fiersa Besari: Pendekatan Sosiologi Sastra
rindang wijayanti raharjo; dra. hj. rr. sulistyawati, m.hum;
Klasifikasi: NONE
Ricky Riandi: 1701045031. “Nilai-nilai Kearifan Lokal dalam Novel Arah
Langkah karya Fiersa Besari: Pendekatan Sosiologi Sastra”. Skripsi. Jakarta:
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2021.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai kearifan
lokal dalam novel Arah Langkah karya Fiersa Besari. Menggunakan metodologi
penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi, yaitu untuk mengetahui
sesuatu yang fakta atau secara alami, dengan penggambaran tentang suatu
keadaan secara objektif.
Pada penelitian ini, penulis meneliti data yang terdapat dalam novel Arah
Langkah meliputi nilai-nilai kearifan lokal yang dikembangkan, seperti budaya,
sosial, moral dan religi. Kemudian hasil temuan dalam penelitian ini digambarkan
secara tepat kemudian diikuti oleh analisis. Maka data dari nilai kearifan lokal
mencakup pada aspek budaya, moral, sosial, dan religi seperti berikut;
Aspek budaya meliputi, sistem kesenian berupa: (rumah Gadang, rumah
Panggung, busana adat ritual Fahombo, rumah Bolon), sistem ritual berupa:
(kepercayaan suku Nias, kepercayaan suku Batak, dan upacara Rambu Solo),
sistem tradisi berupa: (Fahombo, Engrang, hukum adat, menyeruput kopi,
minuman Tuak, minuman Ballo, minuman Cap Tikus), sistem keadaban berupa:
(teknologi modern), dan sistem bahasa: (bahasa daerah).
Aspek moral meliputi, moral baik berupa: (berpamitan dengan sopan, hemat,
saling berbagi dan ingin kuliah, murah hati), moral buruk: (mudah kesal,
menggerutu, rasa ingin mendamprat orang, malas-malasan, tidak percaya Tuhan
dan berkata kotor).
Aspek sosial meliputi, interaksi sosial berupa: (debat, pengispirasi dan
terinspirasi, mengkritisi sebuah lagu, dan musyawarah), gerakan sosial berupa:
(komunitas Free Diver, anggota KPA, mapala Pascal-PU, organisasi
‘Pah’Yaga’an’, dan jiwa patriotism).
Aspek religi meliputi, sistem kepercayaan berupa: (kepercayaan suku Nias, ujian
hidup, karunia Tuhan, dan kepercayaan suku Batak), sistem peribadatan:
(bersyukur, bernazar, murah senyum, menikah, puasa, dan salat Idul Fitri), sistem
pertentangan berupa: (tidak percaya Tuhan, dan ercaya pada roh sakti dari
gunung).