Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Si Anak Badai karya Tere Liye dan Implikasi terhadap Pembelajaran Sastra di SMA
luthpi safahi; prof. dr. prima gusti yanti, m.hum;
Klasifikasi: NONE
Nurlaeli Wardaturrahmah. : 1501045070. “ Nilai Pendidikan Karakter dalam Novel Si
Anak Badai karya Tere Liye dan Implikasi terhadap Pembelajaran Sastra di
SMA.” Skripsi. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas
Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: Nilai pendidikan karakter
dalam novel Si Anak Badai.
Penelitian ini mengunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Analisis
deskriptif kualitatif adalah analisis yang menggunakan tolak ukur. Bertujuan
untuk mendeskripsikan apa yang saat ini berlaku. Sehingga terdapat upaya
mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan menginterprestasikan kondisi yang
sekarang ini terjadi atau ada. Penelitian ini difokuskan pada alur, tokoh dan
penokohan, latar,gaya bahasa, sudut pandang, tema, amanat, sikap atau perilaku
yang terdapat pada tokoh-tokoh dalam novel Si Anak Badai yang mengandung
nilai pendidikan karakter. Selain itu, fokus penelitian ini adalah menemukan nilai
pendidikan karakter novel tersebut dengan metode deskriptif kualitatif.
Hasil penelitian ini adalah: (1) unsur intinsik novel Si Anak Badai meliputi
(a) alur, yakin maju mundur, (b) tokoh dan penokohan, meliputi tokoh utama,
yakni Zaenal, Awang, Malim, dan Ode, dan tokoh tambahan diantaranya adalah
Bapak, Mamak, Pak Kapten, Guru Rudi, Pak Alexander, Utusan Gubernur, Camat
Tiong, dan lain-lainnya, (c) latar (tempat, waktu dan suasana), (d) gaya bahasa
menggunakan majas satire dan majas hiperbola, (e) sudut pandang menggunakan
sudut pandang pertama yaitu Aku/ nama asli cerita, (f) tema, yakni tentang
persahabatan dan memecahkan masalah, (g) amanat, yakni agar dapat pemikiran
yang tepat dalam sesuatu permasalah; (2) novel Si Anak Badai mengandung nilai
pendidikan karakter berupa nilai Rasa Ingin Tahu, Bersahabat, Relegius, Peduli
Sosial, dan Tanggung Jawab.