Pengaruh Model Pembelajaran AIR (Auditory Intellectually Repetition) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PPKN Siswa Kelas V SDN 19 Kramat Jati Pagi
drs. kusmajid abdullah, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Irine Febriyani, NIM : 1701025160. “Pengaruh Model Pembelajaran AIR (Auditory Intellectually Repetition) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran PPKN Siswa Kelas V SDN 19 Kramat Jati Pagi” . Skripsi. Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. 2021
Rendahnya kemampuan berpkir kritis siswa di SDN 19 Kramat Jati menyebabkan hasil belajar kurang maksimal pada tematik yang terfokus di pembelajaran PPkn, maka dari itu dibutuhkan metode yang tepat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Pada penelitian ini akan dilakukan implementasi metode pembelajaran Auditory Intellectually Repetition dan mengamati pengaruhnya terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan mengunakan metode pre-test post-test control group design. sebelum diberikan perlakuan dilakukan pengambilan nilai pre-test untuk mengetahui kemampuan dasar siswa, pada penelitian ini menggunakan sampel dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan dengan menggunakan metode Auditirry Intellectually Repetition, sedangkan kelas kontrol diterapkan metode ceramah. Setelah ke dua kelas sampel diberikan perlakuan, selanjutnya akan dilakukan pengambilan nilai dengan memberikan post-test. Dari nilai pre-test dan post test yang didapat dari kedua kelas sampel dilakukan analisis data dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis, sehingga setelah nilai kedua kelas sampel dilakukan analisis data maka akan didapat kesimpulan apakah metode AIR mempengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa.
Pada penelitian ini dibuat 10 butir soal uraian yang digunakan untuk uji pre-test dan post-test. Sebelum soal diberikan kepda siswa, terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Setelah dilakukan uji validitas pada 10 butir soal dan menggunakan rumus Alpha Coronbach dari perhitungan 10 butir soal dinyatakan valid. uji reliabilitas telah dilakukan dan diperoleh rhitung > rtabel ( rhitung = 0,868 ; = rtabel 0,346), sehingga dapat dinyatakan soal yang dibuat reliabel. Setelah dilakukan pre-test dan didapat data nilai siswa maka dilakukan pengujian persyaratan analisis, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Pada uji normalitas diperoleh Lhitung < Ltabel nilai pre-test pada kelas eksperimen (Lhitung= 0,115 ; Ltabel =0,180), sedangkan dari nilai pre-test pada kelas control (Lhitung= 0,129 ; Ltabel =0,161), nilai dari post-test kelas eksperimen (Lhitung= 0,076 ; Ltabel =0,180), nilai dari post-test kelas kontrol (Lhitung= 0,121 ; Ltabel =0,161), maka dapat disimpulkan nilai pre-test post-test dari kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Pada uji homogenitas diperoleh Fhitung < Ftabel dari perhitungan kelas eksperimen dan kelas kontrol pada pre-test (Fhitung = 1,35; Ftabel = 1,996), pada nilai post-test ( Fhitung = 1,55; Ftabel = 1,996), maka dapat disimpulkan bahwa data nilai dari uji kedua sampel kelas bersifat homogen maka dapat dilakukan uji hipotesis. Uji hipotesis menggunakan uji t-test dengan hasil t-test dimana membandingkan data nilai pre-test post-test dari kelas eksperimen adalah (Thitung = 5,968 ;Ttabel = 1,68) pada α = 0,05, sedangkan nilai pre-test post-test kelas kontrol (Thitung = 1,929;Ttabel = 1,674), maka dapat disimpulkan implementasi metode AIR pada kelas eksperimen berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa pada tematik yang terfokus di pembelajaran PPkn menunjukan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa meningkat.
Kata Kunci : Metode Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition, Kemampuan Berpikir Kritis