Hubungan Interaksi Sosial dengan Perilaku Agresi Siswa di SMP Negeri 2 Panongan
hendra permana; eka heriyani, m.pd., kons; dony darma sagita, m.pd,;
Klasifikasi: NONE
Yanti Nurhayati: NIM. 1501015128. Hubungan Interaksi Sosial dengan Perilaku Agresi Siswa di SMP Negeri 2 Panongan. Skripsi: Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2019.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kasus kekerasan atau perilaku agresi baik secara fisik maupun verbal yang dapat merugikan orang lain dan diri sendiri, yang disebabkan oleh faktor interaksi sosial remaja yang kurang baik. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil observasi terdapat ≥60,5% siswa melakukan perilaku agresi contohnya memukul teman yang menertawakan, menendang pantat teman, memukul bahu teman ketika kesal, mencubit teman perempuan/laki-laki dan lain sebagainya. Perilaku tersebut diperparah karena interaksi yang dilakukan individu bersifat negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara interaksi sosial dengan perilaku agresi siswa kelas VIlI di SMP Negeri 2 Panongan.
Populasi penelitian ini berjumlah 252 dengan sampel sebanyak 72 responden. Teknik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan skala likert. Yaitu suatu metode penelitian dua variabel dengan satu kelompok subjek yang berlandaskan pada teori, tujuannya untuk menguji hipotesis dan mengukur sikap pada kedua variabel tersebut dengan menggunakan statistik dalam menganalisis suatu data.
Hasil uji persyaratan data penelitian ini yaitu data berdistribusi normal dengan menggunakan uji Lillifors dengan data variabel X di peroleh Lhitung= 0,061 < 0,104 = Ltabel dan data variabel Y diperoleh Lhitung = 0 < 0,104 = Ltabel, sedangkan untuk uji linieritas dan uji keberartian regresi menggunakan analisis varians (ANAVA) diperoleh Ý = 100.6393 + 0,137x. dari hasil uji kelinieran regresi menghasilkan Fhitung = 1,247 < 1,7675 = Ftabel sehingga dapat disimpulkan model regresi tersebut linier, artinya terdapat hubungan linier antara kedua variabel. Sedangkan uji keberartian regresi diperoleh Fhitung = 6,048 > 3,98 = Ftabel, dapat disimpulkan model regresi signifikan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi Product Moment, dari hasil perhitungan korelasi diperoleh rhitung = 0,25> 0,235 = rtabel dengan taraf signifikan 0,05 atau 5%, hasilnya yaitu rhitung lebih dari rtabel, artinya terdapat korelasi antara interaksi sosial dengan perilaku agresi. Koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,0625 artinya interaksi sosial memberikan kontribusi sebesar 6,25% terhadap perilaku agresi, sedangkan sisanya 93,75% dipengaruhi oleh faktor lain. Selanjutnya dilakukan uji keberartian korelasi dengan menggunakan t-student, dari hasil perhitungan diperoleh thitung = 2,15 > 1,667 = ttabel yang berarti H1 diterima, maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara interaksi sosial dengan perilaku agresi siswa.
Kata kunci: Interaksi Sosial, Perilaku Agresi