Perbedaan Kecerdasan Emosional Mahasiswa Bimbingan Konseling dan Mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah
fatma nofriza, s.pd., m.si;
Klasifikasi: NONE
Intan Maheswari : 1501015059. “Perbedaan Kecerdasan Emosional Mahasiswa
Bimbingan Konseling dan Mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah.
Prof. DR. HAMKA”. Skripsi. Jakarta: Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA,
2019.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kecerdasan emosional
Mahasiswa Bimbingan Konseling dan Mahasiswa Teknik Mesin di Universitas di
Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA pada mahasiswa atif di atas semester 2. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif kompratif. Sampel
yang digunakan adalah Simple Random Sampling.
Pada uji validitas dengan menggunakan Korelasi Product Moment sebanyak 33 item
yang diadapsi dari Schutte et al., (1998), jurnal Yusof, N. S. H. C.1, Yap, B. W.2,
Maad, H. A.2, Hussin, W. N. I. W.3 mengadopsi Skala Kecerdasan Emosional dari
Schutte et al., (1998) Skala Kecerdasan Emosional tersebut terdapat 30 item positif
dan 3 item negatif. Peneliti melakkan uji validitas dan uji realibilitas instrument.
Soal pernyataan sebanyak 33 item dengan 30 item valid dan 3 drop, 28 pernyataan
positif dan 2 pernyataan negaitif. Sedangkan pada uji realibilitas menggunakan
rumus Alpha Cronbach 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yaitu 0,9167 > 0,6 maka data tersebut
memiliki instrument yang reliabel.
Selanjutnya data dianalisis uji persyaratan yaitu uji normallitas dengan
menggunakan uji Liliefors diperoleh 𝐿ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝐿𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 yakni pada Mahasiswa
Bimbingan Konseling memperoleh 𝐿ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 0,069 < 𝐿𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 0,112. Sedangkan
Mahasiswa Teknik Mesin memperoleh 𝐿ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 0,109 < 𝐿𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 0,173, maka dapat
disimpulkan bahwa kedua data berdistribusi normal. Sedangkan uji homogenitas
dengan cara membadingkan varians terbesar dengan varians terkecil seperti uji
Fisher diperoleh 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 1,686 < 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 1,839, maka dapat disimpukan uji
homogenitas tersebut memiliki data varians kelompok berdistribusi homogen.
Pada uji hipotesis digunakan uji-t dengan polled varians diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 2,367 >
𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 1,988 Pada 𝛼 = 0,05, maka dengan demikian 𝐻𝑜 ditolak 𝐻𝑎 diterima, maka
dpat disimpulkan terdapat perbedaan kecerdasan emosional Mahasiswa Bimbingan
Konseling dan Mahasiswa Teknik Mesin di Universitas Muhammadiyah Prof. DR.
HAMKA.
Mahasiswa Bimbingan Konseling unggul dalam mengenali emosi diri, mengelola
emosi, mengenal emosi orang lain (empati) dan membina hubungan, Sedangkan
Mahasiswa Teknik Mesin unggul dalam memotivasi diri. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa kecerdasan emosional Mahasiswa Bimbingan Konseling lebih
v
vi
tinggi dari Mahasiswa Teknik Mesin. Perbedaan pendidikan formal menyebabkan
adanya perbedaan kecerdasan emosional Mahasiswa Bimbingan Konseling dan
Teknik Mesin. Adanya Perbedaan ini di tambah karena mayoritas populasi
Mahasiswa Bimbingan Konseling adalah perempuan sedangkan Mahasiswa Teknik
Mesin adalah laki-laki. Sesuai pada penelitian terdahulu oleh (Sanjay K. Patel, 2017;
Bibi & Saqlain, 2016; Naik, 2018) bahwa perempuan memiliki Kecerdasan
Emosional lebih tinggi dari pada laki-laki. Hal ini menyebabakan kecerdasan
emosional Mahasiswa Bimbingan Konseling lebih tinggi dari Mahasiswa Teknik
Mesin. Karena jumlah populasinya Mahasiswa Bimbingan Konseling adalah
perempuan. Sedangkan Teknik Mesin adalah laki-laki. Pada slogan Mahasiswa
Teknik Mesin di Uhamka dengan “Solidarity Forever” kepada teman yang
menggambarkan Mahasiswa Teknik Mesin di Uhamka memiliki rasa kepedulian
yang besar terhadap orang lain salah satunya adalah pada wilayah kecerdasan
emosional yaitu empati. Tidak menggambarkan bahwa beberapa Mahasiswa Teknik
Mesin di Uhamka memiliki empati yang besar.
Kata Kunci: Kecerdasan Emosional, Mahasiswa Bimbingan Konseling,
Mahasiswa Teknik Mesin