Pengaruh Metode Pembelajaran Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X IPS SMA Bina DHarma Jakarta TImur
drs. ahmad h. abu bakar, mm; dr. h. andi sessu, m.si; drs.sunaryo ishaq, m.pd;
Klasifikasi: NONE
SABIRIN. NIM : 0801115036. “Pengaruh Metode Pembelajaran Inkuiri Terhadap
Hasil Belajar Geografi Siswa Kelas X IPS SMA Bina Dharma Jakarta Timur”.
Skripsi. Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
UniversitasMuhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Jakarta. 2014.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh
metode Inquiri terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Geografi Kelas X
SMA Bina Dharma Jakarta Timur.
Penelitian ini dilakukan di SMA Bina Dharma Jakarta Timur Kelas X IPS
1 dan Kelas X IPS 2 Semester II Tahun Ajaran 2013/2014. Jenis penelitian
penelitian eksperimen. Metode pembelajaran yang peneliti gunakan adalah metode
Inquiri. Metode penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian
ini meliputi 35 siswa kelas X IPS 1 dan 35 siswa Kelas X IPS 2 di SMA Bina
Dharma Jakarta Timur. Instrumen penelitian berupa tes obyektif pilihan ganda
sebanyak 20 soal dengan empat pilihan jawaban. Validitas tes dihitung dengan
menggunakan rumus korelasi point biserial. Koefisien reliabilitas tes 0,888 ini
dihitung dengan rumus K-R 20 (Kuder dan Richardson).
Uji normalitas hasil belajar Geografi siswa menggunakan uji Lilliefors. Dari
hasil perhitungan normalitas untuk kelompok yang menggunakan metode
pembelajaran inquiri diperoleh harga Lhitung untuk kelas eksperimen sebesar 0,145.
Sedangkan pengujian untuk kelas kontrol diperoleh harga Lhitung sebesar 0,142. Harga
Ltabel pada taraf signifikan α = 0, 05 untuk n = 35 adalah 0,150, karena Lhitung pada
kedua hasil pengujian diatas lebih kecil dari pada Ltabel, maka dapat disimpulkan
bahwa data kelas eksperimen berdistribusi normal (Lhitung = 0,145 < 0,150 = Ltabel)
dan kelas kontrol juga berdistribusi normal (Lhitung = 0,142< 0,150 = Ltabel) didapat
nilai Lhitung lebih kecil dari Ltabel ( < 0,150) pada α 5%, maka dengan demikian
populasi berdistribusi normal. Uji homogenitas hasil belajar Geografi siswa
menggunakan uji fisher. Diperoleh Fhitung = 1,00 Ftabel = 1,80. Pada α = 0,05
dengan dk pembilang = 34 dan dk penyebut = 34, ternyata Fhitung < Ftabel, maka
disimpulkan data hasil belajar Geografi siswa bervarians sama.
Dari data hasil belajar siswa pada kelas eksperimen menggunakan Metode Inquiri
diperoleh rentang skor tertinggi 95 dan skor terendah 55, mean 73,2, median
73,05, modus 74,31 simpangan baku 9,060, varians 86. sedangkan Dari data
hasil belajar siswa pada kelas kontrol tidak menggunakan metode Inquiri
diperoleh rentang skor tertinggi 90 dan skor terendah 50, mean 67,4, median 67,
modus 66,51, simpangan baku 8,97, varians 89,06. dari hasil analisis tersebut
menunjukkan bahwa hasil belajar geografi kelas eksperimen dengan
menggunakan metode inkuiri lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang tidak
menggunakan metode inkuiri.
Uji hipotesis menggunakan uji t, diperoleh thitung = 2,555 ttabel = 2,0042 pada α =
0,05 dan dk = 68. Ternyata thitung = 2,555 > ttabel = 2,0042 maka disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara metode Inquiri terhadap hasil
belajar Geografi siswa kelas X SMA Bina Dharma Jakarta Timur.