Perbedaan Hasil Belajar IPA Antara Penggunaan Model Pembelajaran Visual, Auditory, Kinestethic (VAK) Dengan Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Pada Siswa Kelas V SDN Mangun Jaya 05 Tambun Selatan
dr. andi sessu, m.si. ; dr. adityo ari wibowo, s.e., m.m; r. tricahyono nur harsono, drs., m.si.; safrul kodri, m.pd.;
Klasifikasi: NONE
Laras Rahmawati. NIM: 1301045303. Perbedaan Hasil Belajar IPA Antara Penggunaan Model Pembelajaran Visual, Auditory, Kinestethic (VAK) Dengan Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) Pada Siswa Kelas V SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan. Skripsi. Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR HAMKA, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan hasil belajar IPA antara penggunaan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestethic (VAK) dan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) pada siswa kelas V SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan pada semester 2 tahun ajaran 2016-2017.
Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Sampel yang diteliti sebanyak 53 siswa yang terdiri dari 27 siswa kelas V-A (eksperimen-1) yang menggunakan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestethic (VAK) dan 28 siswa kelas V-B (eksperimen-2) yang menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR). Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji beda dua rata-rata (Uji-t)
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan hasil belajar IPA antara penggunaan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestethic (VAK) dengan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) pada siswa kelas V SDN Mangunjaya 05 Tambun Selatan. Dibuktikan dengan uji perbedaan dua rata-rata (Uji-t) yang menunjukkan bahwa thitung > ttabel (2,534 > 2,007).
Rata-rata hasil belajar IPA siswa yang pembelajarannya menggunakan model Visual, Auditory, Kinestethic (VAK) sebesar 68,44 , varians 129,641 dan simpangan baku 11,386. Sedangkan rata-rata hasil belajar IPA siswa yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) sebesar 75,64, varians 92,312 dan simpangan baku 9,608. Hal ini menunjukkan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Auditory, Intellectually, Repetition (AIR) lebih baik dibandingkan dengan model pembelajaran Visual, Auditory, Kinestethic (VAK).