Perbedaan antara Metode Kerja Kelompok dan Metode Pemberian Tugas Individu terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN Sukatani 5 Kota Depok
h. ahmad subaki, s.e., m.m., ak., ca., cpa.; herwin kurniawan, s.e., m.m.; supriansyah, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Nurul Fauqo Nur. Nim: 1301045390. Perbedaan antara Metode Kerja Kelompok dan Metode Pemberian Tugas Individu terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN Sukatani 05 Depok. Skripsi. Jakarta: Program Studi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara metode kerja kelompok dan metode pemberian tugas individu terhadap hasil belajar IPS siswa.
Metode pembelajaran yang digunakkan yaitu metode kerja kelompok dan metode pemberian tugas individu. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental tipe Posttest-only design. Populasi pada penelitian ini seluruh siswa kelas kelas V pada semester genap tahun ajaran 2016/2017 di SDN Sukatani 05 Depok. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dan diperoleh sampel sebanyak 60 siswa. Instrumen penelitian ini berupa tes objektif terdiri dari 40 soal yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Pengujian prasyarat berupa uji normalitas dengan menggunakan uji Lilliefors dan homogenitas menggunakan uji Fisher, dan berdistribusi normal dan homogen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara metode kerja kelompok dan metode pemberian tugas individu terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sukatani 05 Depok. Uji validitas Instrumen dengan rumus Korelasi Point Biserial didapat 30 soal yang valid dan 10 soal yang drop, sedangkan uji reliabilitas dengan rumus KR-20 diperoleh rhitung = 0,943 > rtabel =0,301 maka instrumen reliabel. Hasil perhitungan nilai post test kelas V B dengan menggunakan metode kerja kelompok didapatkan bahwa nilai tertinggi 93, nilai terendah 40, rata-rata (mean) 70,1, median 71, modus 71 dan simpangan baku sebesar 14,57. Sedangkan nilai post test kelas V C dengan menggunakan metode pemberian tugas individu didapatkan bahwa nilai tertinggi 83, nilai terendah 30, rata-rata (mean) 55,30, median 52, modus 52 dan simpangan baku sebesar 13,03. Uji persyaratan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas hasil tes menggunakan Liliefors. Pada kelas V B diperoleh Lhitung = 0,114 < Ltabel = 0,161 pada 𝛼 = 0,05 dan kelas V C diperoleh Lhitung = 0,138 < Ltabel = 0,161. Uji homogenitas hasil tes menggunakan uji fisher. Diperoleh Fhitung = 1,25 < Ftabel = 1,85. Dengan taraf signifikansi 𝛼 = 0,05, maka dapat disimpulkan kedua populasi tersebut bersifat homogen. Hasil Uji hipotesis menggunakan Uji-t diperoleh thitung = 8,31 > ttabel =2,002, pada 𝛼 = 0,05 ternyata thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Kesimpulan penelitian ini bahwa terdapat perbedaan antara metode kerja kelompok dan metode pemberian tugas individu terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN Sukatani 05 Depok. Metode kerja kelompok berkontribusi lebih baik terhadap hasil belajar IPS.