Perbandingan Penggunaan Model Pembelajaran Pair Checks Dengan Jigsaw Terhadap Kemampuan Apresiasi Puisi Siswa Kelas X SMA Negeri 34 Jakarta
eti rochaeti, se, mm ; dr. budi permana yusuf, mm; prof. dr. h. ade hikmat, m.pd; dr. sugeng riadi, m.pd;
Klasifikasi: NONE
TATANG MUNANDAR (1601049002) “Perbandingan Penggunann Model Pembelajaran Pair Checks dengan Jigsaw Terhadap Kemampuan Apresiasi Puisi Siswa Kelas X SMA Negeri 34 Jakarta”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan penggunaan Model Pembelajaran Pair Checks dan Jigsaw terhadap Kemampuan Apresiasi Puisi siswa kelas X SMA Negeri 34 Jakarta, tahun pelajaran 2017 – 2018, pada bulan Januari 2018.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan pretes dan postes pada dua kelompok. Sampel diambil secara random atau acak. Sampel diteliti sejumlah 36 siswa pada setiap kelas. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan apresiasi puisi siswa meliputi : menentukan tema, mengetahui penokohan, menentukan alur, sudut pandang, latar, gaya bahasa, serta amanat. Pemberian skor terhadap unsur tersebut berada pada rentangan nilai yang berada disteiap unsurnya. Kelas eksperimen adalah kelas yang menggunakan model pembelajaran jigsaw, sedangkan kelas kontrol adalah kelas yang menggunakan model pembelajaran pair checks. Kedua kelompok diukur untuk memastikan apakah menggunakan model pembelajaran jigsaw lebih berhasil terhadap kemampuan apresiasi puisi. Instrumen penelitian ini adalah test kemampuan apresiasi puisi melalui computer best test (CBT)
Variabel dalam penelitian ini adalah model pembelajaran jigsaw sebagai variabel bebas dan hasil belajar kemampuan apresiasi puisi sebagai variabel terikat. Analisis data menggunakan uji-t pada taraf siginifikan = 0,05. Uji persyaratan analisis yang digunakan adalah uji normalitas Liliefort, uji homogenitas, uji barlet.
Sebelum dianalisis, dilakukan uji persyaratan dan sampel uji normalitas dan uji homogenitas. Untuk uji normalitas, digunakan uji Lilifort. Dari hasil perhitungan di peroleh harga Lhitung yaitu 0,133840, dan pada kelas kontrol Lhitung 0,09177, maka H0 normal sebaran data diterima, sedangkan nilai kritis n1 = 36 adalah 0, 147 dan n2 = 36 adalah 0,147. Hal ini menunjukan harga Lhitung pada kedua kelas lebih kecil pada nilai kriktis Ltabel maka hipotesis H0 : data distribusi normal.
Untuk uji homogenitas, digunakan uji barlet. Dari hasil perhitungan diperoleh X2 sebesar 1,17 sedangkan harga X2tabel dengan taraf kepercayaan 95 % (α = 0,05), (dk) = 1 yaitu = 1, 75. Hal ini menunjukan bahwa X2hitung < X2tabel , maka hipotesis H0 : α12 = α22 atau data berasal dari populasi yang memiliki varians homogen diterima pada taraf kepercayaan untuk perhitungan diatas X2hitung < X2tabel pada taraf kepercayaan dan derajat kebebasan maka hipotesis H0 : α12 = α22 atau homogen varians diterima 95 % (α = 0,05) derajat kebebasan = 1 yaitu 1,17 < 1,75 maka hipotesis H0 : α12 = α22 atau varians homogen diterima. Maka dapat dikatakan bahwa data kemampuan apresiasi puisi siswa berasal dari populasi yang memiliki varians yang homogen.
Selanjutnya, data dianalisis dengan uji-t. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh rasio t sebesar thitung 8,93 sedangkan ttabel 1,9967, pada taraf kepercayaan 95 % (α = 0,05), maka untuk dk 70 adala 1,9967. Hal ini menunjukan bahwa thitung
v
> ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran jigsaw terhadap kemampuan apresiasi puisi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kelas eksperimen mencapai peningkatan nilai rata – rata lebih besar yaitu 80,4 pada pretes dan 92,4 pada postes, dibandingkan kelas kontrol yaitu 80,1 pada pretes dan postesnya hanya mencapai nilai rata – rata 86,5 Model pembelajaran jigsaw dapat digunakan sebagai sumber ide untuk merangsang ide – ide baru siswa dalam mengapresiasi puisi. Oleh karena itu, guru dapat menggunakan model pembelajaran jigsaw sebagai model pembelajaran untuk mempermudah dan memotivasi siswa dalam mengapresiasi puisi.