Nilai Pendidikan Karakter Dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra Di SMA
bambang tutuko, s.e., m.si., ak., ca.; ir. tukirin, m.m.; prof. dr. h. ade hikmat, m.pd; syarif hidayatullah, m.pd;
Klasifikasi: NONE
HANIF FADHLURRAHMAN. NIM : 1401055048. Nilai Pendidikan karakter Dalam Novel Tanah Surga Merah Karya Arafat Nur Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra Di SMA. Skripsi. Jakarta : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof, Dr. Hamka, 2018.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis nilai pendidikan karakter berupa nilai religius, jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, berfikir logis, mandiri, rasa ingin tahu, cinta ilmu, toleransi, menghargai perestasi, bersahabat atau komunikatif, demokrasi, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai keberagaman, peduli lingkungan, dan nilai peduli sosial pada novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif dengan pendekatan analitis.
Berdasarkan hasil analisis dan kajian terhadap novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur, dapat simpulkan bahwa, novel tersebut memberikan tuntunan kepada peserta didik untuk menjadi manusia santun dan berkarakter yaitu ; religius 16, jujur 8, tanggung jawab 7, disiplin 7, kerja keras 6, berfikir logis 4, mandiri 6, rasa ingin tahu 2, cinta ilmu 3, toleransi 1, menghargai perestasi 3, bersahabat atau komunikatif 2, demokrasi 1, semangat kebangsaan 1, cinta tanah air 7, menghargai keberagaman 1, peduli lingkungan 1, peduli sosial 8. Jadi, data yang diperoleh berjumlah 84 kutipan nilai pendidikan karakter novel Tanah Surga Merah karya Arafat Nur. Kesimpulan yang dapat dikemukkan nilai pendidikan karakter lebih dominan nilai religius 16 dibandingkan dengan nilai pendidikan karakter yang lainnya.
Pengkajian nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran sastra Indonesia, merupakan upaya penanaman nilai karakter pada peserta didik. Nilai pendidikan karakter tersebut dapat di implementasikan dalam pembelajaran sastra Indonesia di Sekolah Mengah Atas dan kehidupan sehari-haria.