Perbedaan Hasil Belajar IPA dengan Menggunakan MEA (Mean End Analysis) dan Problem Posing Kelas IV SDN Bambu Apus 04 Pagi Jakarta Timur
ahmad subaki, s.e., ak., mm., ca; bambang tutuko, se, m.si., ak., ca; drs. khairil iba, m.pd; ferawati, s.pd., m.pd;
Klasifikasi: NONE
Evi Wulandari. 1301045195. Perbedaan Hasil belajar IPA dengan menggunakan MEA (Means End Analysis) dan Problem Posing kelas IV SDN Bambu Apus 04 Pagi Jakarta Timur. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan hasil belajar IPA siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran MEA (Mean End Analysis) dengan model pembelajaran Problem Posing.
Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Variabel bebas: model pembelajaran MEA (Mean End Analysis) dan model pembelajaran Problem Posing. Variabel terikat: hasil belajar IPA. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Bambu Apus 04 Pagi Jakarta Timur kelas IV pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Sampel yang diteliti sebanyak 60 siswa yang terdiri dari 30 siswa kelas eksperimen I dan 30 siswa kelas eksperimen II. Uji instrumen dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dengan Korelasi Point Biserial didapat 30 soal yang valid dan 10 soal tidak valid. Uji reliabilitas dengan K-R 20 didapat 𝒓hitung= 0,8817> 0,349=𝒓(0.05,30), maka instrumen reliabel.
Uji normalitas menggunakan uji Lilliefors. Untuk kelas eksperimen I didapat Lo (Lhitung) = 0,1184<0,161= L(0,05;33), sedangkan kelas eksperimen II didapat Lo (Lhitung) = 0,099<0,161= L(0,05;38), maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berdistribusi normal. Uji homogenitas menggunakan uji Fisher, diperoleh Fhitung= 1,244<1,85= F(0,05, 33, 38), dapat disimpulkan sampel kedua data tersebut berasal dari populasi yang homogen. Rata-rata nilai kelas eksperimen I didapat sebesar 77,46 dan rata-rata nilai untuk kelas eksperimen II sebesar 70,50. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t, didapat thitung = 4,160>2,000 =t(0.05, 71), dengan taraf signifikansi α = 0,05.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran MEA (Mean End Analysis) dengan model pembelajaran Problem Posing di SDN Bambu Apus 04 Pagi Jakarta Timur. Perbandingannya kelas yang menggunakan model MEA (Mean End Analysis) menunjukan hasil belajar yang lebih tinggi dari kelas dengan menggunakan model Problem Posing. Sehingga model MEA (Mean End Analysis) lebih baik dibandingkan dengan model Problem Posing.