Perbedaan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Two Stay Two (TS-TS) Dengan Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) Pada Siswa Kelas V di SDN PuloGebang 01 Jakarta Timur
h. ahmad subakhi, s.e., ak., m.m., c.a.; ir. tukirin, m.m.; drs.h. kusmadjid abdullah, m.pd; gufron amirullah, m.pd.;
Klasifikasi: NONE
DIANA ULFAH SEPTIANI. NIM : 1301045141. Perbedaan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Dengan Model Pembelajaran Inside Outside Circle Pada Siswa Kelas V di SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur. Skripsi. Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan model pembelajaran Inside Outside Circle. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur tahun pelajaran 2016 / 2017 pada tanggal 7 s/d 9 dan 12 s/d 14 Juni 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur sebanyak 74 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel random, diperoleh sampel penelitian dua kelas yang terdiri dari siswa kelas V-A dan V-B. Uji validitas instrument dilakukan di Sekolah yang sama yaitu SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur dengan jumlah 39 siswa. Uji validitas instrument dengan rumus Korelasi Point Biserial didapat 30 soal valid dari 40 soal yang diuji, sedangkan uji reliabilitas dengan rumus KR-20 diperoleh yaitu maka instrument reliabel. Uji persyaratan yaitu uji normalitas menggunakan Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Fisher. Kelas eksperimen I uji normalitas didapat yaitu 0,1281 0,1457 dan Kelas eksperimen II uji normalitas didapat yaitu 0,1271 0,1457 dengan taraf signifikan dan n = 37 maka disimpulkan data kedua kelompok berdistribusi normal. Uji homogenitas didapat yaitu 1,049 1,73 maka disimpulkan variansi kedua kelas sama, berarti sampel berasal dari populasi yang homogen. Uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh yaitu 4,5627 1,99604 pada taraf signifikan dan derajat kebebasan (dk) = 72, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar IPA menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) dengan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) pada siswa kelas V di SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur.
Kata Kunci: DIANA ULFAH SEPTIANI. NIM : 1301045141. Perbedaan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Dengan Model Pembelajaran Inside Outside Circle Pada Siswa Kelas V di SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur. Skripsi. Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray dan model pembelajaran Inside Outside Circle. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur tahun pelajaran 2016 / 2017 pada tanggal 7 s/d 9 dan 12 s/d 14 Juni 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V di SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur sebanyak 74 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel random, diperoleh sampel penelitian dua kelas yang terdiri dari siswa kelas V-A dan V-B. Uji validitas instrument dilakukan di Sekolah yang sama yaitu SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur dengan jumlah 39 siswa. Uji validitas instrument dengan rumus Korelasi Point Biserial didapat 30 soal valid dari 40 soal yang diuji, sedangkan uji reliabilitas dengan rumus KR-20 diperoleh yaitu maka instrument reliabel. Uji persyaratan yaitu uji normalitas menggunakan Liliefors dan uji homogenitas menggunakan uji Fisher. Kelas eksperimen I uji normalitas didapat yaitu 0,1281 0,1457 dan Kelas eksperimen II uji normalitas didapat yaitu 0,1271 0,1457 dengan taraf signifikan dan n = 37 maka disimpulkan data kedua kelompok berdistribusi normal. Uji homogenitas didapat yaitu 1,049 1,73 maka disimpulkan variansi kedua kelas sama, berarti sampel berasal dari populasi yang homogen. Uji hipotesis menggunakan uji-t diperoleh yaitu 4,5627 1,99604 pada taraf signifikan dan derajat kebebasan (dk) = 72, maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat perbedaan hasil belajar IPA menggunakan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TS-TS) dengan model pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) pada siswa kelas V di SDN Pulogebang 01 Jakarta Timur.
Kata Kunci: Model Pembelajaran Two Stay Two Stray, Model Pembelajaran Inside Outside Circle, hasil belajar IPA.