Perbedaan Hasil Belajar IPA Menggunakan Model Pembelajaran Mind Mapping dan Model Pembelajaran Time Token Pada Siswa Kelas V SDN Pegangsaan Dua 06
dr. h. moh. suryadi syarif, se, mm.; agung abdul rasul, se, mm; ferawati, m.pd; drs. zuhad ahmad, s.pd., m.pd;
Klasifikasi: NONE
Dian Rahma Laras Ati. Perbedaan Hasil Belajar IPA Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Mind Mapping Dan Model Pembelajaran Time Token Pada Siswa Kelas V SDN Pegangsaan Dua 06. Skripsi. Jakarta: Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya perbedaan hasil belajar IPA siswa yang diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Mind Mapping dengan model pembelajaran Time Token.
Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen. Variabel bebas: model pembelajaran Mind Mapping dan model pembelajaran Time Token. Variabel terikat: hasil belajar IPA. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pegangsaan Dua 06 Jakarta Utara kelas V pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017. Sampel yang diteliti sebanyak 46 siswa yang terdiri dari 25 siswa kelas eksperimen I dan 21 siswa kelas eksperimen II. Uji instrumen dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji validitas dengan Produk Moment didapat 10 soal yang valid dan 0 soal tidak valid. Uji reliabilitas dengan Rumus Alpha didapat 𝒓hitung= 0,859> 0,361=𝒓(0.05,30), maka instrumen reliabel.
Uji normalitas menggunakan uji Lilliefors. Untuk kelas eksperimen I didapat Lo (Lhitung) = 0,164<0,173= L(0,05;25), sedangkan kelas eksperimen II didapat Lo (Lhitung) = 0,142<0,190= L(0,05;21), maka dapat disimpulkan bahwa kedua sampel berdistribusi normal. Uji homogenitas menggunakan uji Fisher, diperoleh Fhitung= 1,402<2,08= F(0,05, 24, 20), dapat disimpulkan sampel kedua data tersebut berasal dari populasi yang homogen. Rata-rata nilai kelas eksperimen I didapat sebesar 70,16 dan rata-rata nilai untuk kelas eksperimen II sebesar 90,24. Pengujian hipotesis menggunakan uji-t, didapat thitung = 3,93>2,017 =t(0.05, 44), dengan taraf signifikansi α = 0,05.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar IPA siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Mind Mapping dengan model pembelajaran Time Token di SDN Pegangsaan Dua 06. Perbandingannya kelas yang menggunakan model Time Token menunjukan hasil belajar yang lebih tinggi dari kelas dengan menggunakan model Mind Mapping. Sehingga model Time Token lebih baik dibandingkan dengan model Mind Mapping.
Kata kunci: Model pembelajaran Mind Mapping dengan model pembelajaran Time Token, hasil belajar, pembelajaran IPA.