Analisis Gaya Bahasa Kumpulan Puisi Penjara Karya Edy Sukardi Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di SMA
eko suyono, se, ak,m.si.; kurnia heriansyah, se, ak.; dr. h. sukardi, m.pd; dra. hj. nur amalia, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Wasilatul Fadilah. Analisis Gaya Bahasa Kumpulan Puisi Penjara Karya Edy Sukardi dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Skripsi. Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya penggunaan gaya bahasa, yaitu hiperbola, personifikasi, metafora, retoris, repetisi, enomerasio, polisidenton, pleonasme, okupasi, dan ironi yang terdapat dalam kumpulan puisi. Penelitian ini dilakukan sejak Maret 2017 sampai Juli 2017. Objek yang digunakan berupa kumpulan puisi Penjara Karya Edy Sukardi terbitan Paedea tahun 2017 dengan sampel berjumlah 13 puisi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data. Teori yang digunakan sebagai acuan penelitian adalah teori puisi dan teori stilistika. Puisi terdiri dari dua unsur yakni struktur fisik dan struktur batin. Struktur fisik puisi meliputi, diksi, pengimajian, kata konkret, bahasa figuratif, verifikasi dan tipografi, sedangkan struktur batin terdiri dari tema, perasaan, nada dan suasana serta amanat. Stilistika merupakan ilmu yang mempelajari tentang bahasa.
Berdasarkan hasil analisis pendekatan stilistik ditemukan 107 gaya bahasa yang terdiri dari 4 penggunaan hiperbola, 4 penggunaan personifikasi, 37 penggunaan metafora, 11 penggunaan retoris, 24 penggunaan repetisi, 10 penggunaan enomerasio, 4 penggunaan polisidenton, 2 penggunaan pleonasme, 1 penggunaan okupasi, dan 10 penggunaan ironi. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa pada ketiga belas puisi tersebut sengaja digunakan penulis untuk mempertegas makna, mengaburkan makna serta menjelaskan makna yang tersirat pada puisi. Lewat pilihan kata yang digunakan penulis, pembaca dapat mengungkapkan makna pada ketiga belas puisi tersebut. setelah dilakukan analisis, maka diketahui bahwa 13 puisi pada kumpulan puisi Penjara dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, khususnya di SMA, karena dalam kumpulan puisi penjara selain terdapat berbagai macam gaya bahasa, puisi ini juga berisi tentang keagamaan, kemanusiaa, sosial, dan rasa kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Hal ini sesuai dengan program pemerintah bagi pendidikan di Indonesia yaitu belajar dengan karakter, sehingga siswa dapat berperilaku baik, dan memiliki budi pekerti yang baik. Oleh sebab itu penggunaan gaya bahasa pada kumpulan puisi Penjara Karya Edy Sukardi dapat berimplikasi terhadap pembelajaran bahasa dan sastra di SMA.