Struktural Genetik Dalam Antologi Puisi Partitur Hujan Karya Faisal Syahreza Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra Indonesia Di SMA
dr. h. syofyan saad; dr. hj. nani solihati, m.pd.; dr. hj. prima gusti yanti, m.hum;
Klasifikasi: NONE
Nurazizah. Struktural Genetik dalam Antologi Puisi Partitur Hujan Karya Faisal Syahreza serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra Indonesia di SMA. Skripsi. Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktural genetik dalam antologi puisi Partitur Hujan karya Faisal Syahreza serta memberikan interpretasi masalah struktural genetik dalam karya sastra yang dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran sastra Indonesia di SMA.
Subjek penelitian ini adalah buku antologi Partitur Hujan karya Faisal Syahreza yang diterbitkan oleh Literat Oktober 2014. Objek penelitian yang dikaji adalah (1) struktur fisik, yaitu diksi (pembendaharaan kata, kata konotasi, daya sugesti), pengimajian (imaji auditif, imaji visual, imaji taktil), kata kongkret, Bahasa figuratif. (2) struktur batin, yaitu tema, perasaan, nada dan suasana, amanat. (3) fakta kemanusiaan, (4) subjek kolektif, serta (5) pandangan dunia dalam buku antologi puisi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif dengan pendekatan teknik analisis isi. Validitas data diperoleh dengan observasi dan penjajakan secara mendalam.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) fakta individual dalam buku antologi puisi Partitur Hujan yaitu puisi Ingin Ku Tegakkan Alif di Matamu, Rumah Puisi, Aku Kini Terus Memburumu, Partitur Hujan, Aku Kini Menjemputmu, Sebuah Keputusan, Kita Berpisah Dalam Puisi, Kehilangan Dalam Lagu, Kembali, Dalam Dekapan Jarak, dan fakta sosial yang terdapat pada puisi-puisi Faisal berjudul Jika Langit Yang Kita Tatap Berubah Warnanya, Ingin Ku Tegakkan Alif di Matamu, Perempuan Setengah Abad.(2) subjek kolektif dalam buku antologi puisi karya Faisal Syahreza yaitu Ingin Ku Tegakkan Alif di Matamu, Rumah Puisi, Perempuan Setengah Abad, Aku Kini Menjemputmu, Aku Kini Terus Memburumu, Sebuah Keputusan, Jika Langit Yang Kita Tatap Berubah Warnanya, Kita Berpisah dalam Puisi, lalu subjek individual dan subjek kolektif yang terdapat pada puisi Partitur Hujan, Kita Berpisah dalam Puisi, Kehilangan dalam Lagu, kembali, (3) pandangan dunia pengarang mengenai sosial, yaitu pada puisi Jika Langit Yang Kita Tatap Berubah Warnanya, Ingin Ku Tegakkan Alif di Matamu dan Perempuan Setengah Abad. Pandangan dunia Faisal Syahreza mengenai cinta adalah puisi Partitur Hujan, Sebuah Keputusan, dalam Dekapan Jarak, Aku Kini Menjemputmu, Aku Kini Terus Memburumu.